Ruangrakyatgarut.id 11 Juni 2026 — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Garut menyoroti kenaikan harga BBM yang dinilai semakin menambah beban kehidupan masyarakat. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan semakin menyulitkan rakyat kecil.
Ketua DPC GMNI Garut, Fazha Mochamad Nazhrullah, menegaskan bahwa rakyat hari ini sudah terlalu banyak menanggung beban. Mulai dari harga pangan yang tidak stabil, biaya pendidikan, hingga lapangan pekerjaan yang semakin sulit.
“Kalau BBM naik, yang terdampak bukan hanya pemilik kendaraan. Petani yang mengangkut hasil panennya, pedagang kecil yang mencari nafkah di pasar, buruh yang setiap hari berangkat kerja, sampai masyarakat yang membeli kebutuhan pokok akan ikut merasakan dampaknya. Pada akhirnya rakyat kecil lagi yang harus mengencangkan ikat pinggang,” ujar Fazha.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya melihat persoalan dari angka-angka ekonomi semata, tetapi harus melihat kenyataan yang dihadapi rakyat di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris DPC GMNI Garut, Luthfi Muchtar Dabigie, mengatakan bahwa kenaikan BBM selalu menjadi pemicu naiknya biaya hidup masyarakat. Ketika ongkos distribusi naik, harga barang di pasar pun ikut naik.
“Rakyat sudah bekerja keras dari pagi sampai malam, tetapi penghasilannya sering kali tidak ikut naik. Ketika BBM naik, harga kebutuhan ikut naik. Yang jadi pertanyaan, sampai kapan rakyat harus terus menanggung beban akibat kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka?” tegas Luthfi.
Ia menambahkan bahwa energi merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, negara harus hadir melindungi rakyat dari dampak kebijakan yang berpotensi memperburuk daya beli masyarakat.
“Jangan sampai rakyat hanya dijadikan penonton di negeri yang kaya sumber daya alam. Jangan sampai rakyat terus diminta memahami keadaan, sementara kesejahteraan yang dijanjikan tak kunjung datang. Negara harus berdiri di pihak rakyat, bukan membiarkan rakyat berjuang sendirian menghadapi kenaikan biaya hidup,” lanjutnya.
DPC GMNI Garut menegaskan akan terus mengawal kebijakan-kebijakan yang menyangkut kehidupan rakyat banyak. Sebab bagi GMNI, perjuangan politik harus berpijak pada kepentingan kaum marhaen: petani, buruh, nelayan, pedagang kecil, dan seluruh rakyat yang setiap hari berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Ketika rakyat semakin sulit hidup, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk bersuara. Sebab suara rakyat tidak boleh kalah oleh suara ngorok tidur pemangku kebijakan,” tutup Fazha.
