Ruangrakyatgarut.id 11 Juni 2026 – Ketua Umum Muhaimin Iskandar secara resmi menetapkan Subhan Fahmi sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Garut untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut menandai berakhirnya spekulasi panjang terkait arah kepemimpinan partai berlambang bola dunia di daerah tersebut.
Dalam struktur baru, Subhan Fahmi tidak berjalan sendiri. Ia akan didampingi oleh Cecep M. Ginanjar sebagai sekretaris dan Luqi Sa’adilah sebagai bendahara. Formasi ini kemudian dikenal dengan sebutan “Trisula Maut”, yang digadang-gadang menjadi motor penggerak konsolidasi dan penguatan partai di Garut.
Penunjukan tersebut dinilai sebagai langkah strategis DPP PKB dalam merapikan struktur organisasi sekaligus memperkuat basis politik di tingkat daerah. Subhan Fahmi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Garut dianggap memiliki pengalaman politik serta jaringan yang cukup luas, baik di parlemen maupun di akar rumput.
Sejumlah kalangan menilai, kombinasi kepemimpinan dalam “Trisula Maut” merupakan perpaduan antara kekuatan legislatif, basis kultural nahdliyin, serta manajemen organisasi partai. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas PKB dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Di sisi lain, penetapan ini juga menjadi titik awal konsolidasi internal partai. Pengurus baru diharapkan segera menyatukan barisan hingga ke tingkat PAC dan ranting guna memastikan soliditas mesin politik tetap terjaga.
Pengamat politik lokal menilai, perubahan kepemimpinan ini berpotensi mengubah peta kekuatan politik di Kabupaten Garut. Dengan dukungan penuh dari DPP, PKB disebut-sebut memiliki peluang untuk kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di daerah.
Meski demikian, tantangan tidak ringan menanti kepengurusan baru. Selain menjaga stabilitas internal, mereka juga dituntut mampu meningkatkan perolehan suara serta menjawab ekspektasi publik terhadap kinerja kader partai di lembaga legislatif.
Dengan kepemimpinan baru ini, PKB Garut memasuki fase baru yang akan menentukan arah dan kekuatan politik partai dalam beberapa tahun ke depan.
