ruangrakyatgarut.id 05 Agustus 2026 – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut menggelar silaturahmi sekaligus diskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAPPEDA Kabupaten Garut tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemuda Tahun 2027 yang sebelumnya diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Garut dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Diskusi ini bertujuan mengawal agar berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Musrenbang Pemuda tidak berhenti sebagai dokumen semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah Tahun Anggaran 2027.
Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis DPD KNPI Kabupaten Garut, Zamzam Purnama, menegaskan bahwa KNPI berkomitmen mengawal seluruh rekomendasi hasil Musrenbang agar menjadi perhatian pemerintah daerah.
«”Kami hadir untuk memastikan hasil Musrenbang Pemuda tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam kebijakan pembangunan. KNPI akan terus mendorong dan mengawal seluruh hasil Musrenbang agar dapat diakomodasi dalam program kerja setiap perangkat daerah yang berkaitan dengan kepentingan pemuda,” ujar Zamzam.»
Menurutnya, diskusi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan aspirasi generasi muda memperoleh ruang dalam proses perencanaan pembangunan daerah. KNPI, kata dia, siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal setiap tahapan pembangunan melalui partisipasi aktif organisasi kepemudaan.
Ia menambahkan, pengawalan hasil Musrenbang menjadi langkah penting mengingat hampir 60 persen penduduk Kabupaten Garut berada pada usia produktif. Kondisi tersebut merupakan bonus demografi yang harus dimanfaatkan melalui kebijakan yang tepat agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi persoalan di masa mendatang.
Selain mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pemberdayaan, dan pengembangan kapasitas pemuda, KNPI juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental sebagai fondasi pembangunan generasi muda. Menurutnya, aspek tersebut memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Garut.
«”Kesehatan mental merupakan fondasi. Ketika mental pemuda kuat, mereka akan lebih produktif, kreatif, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda di Kabupaten Garut,” kata Zamzam.»
Dalam forum tersebut, DPD KNPI Garut juga menyampaikan sejumlah masukan strategis kepada BAPPEDA, mulai dari penataan kawasan publik, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan pemuda.
Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah penataan pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Sarana Olahraga (SOR). KNPI menilai keberadaan UMKM perlu ditata melalui mekanisme yang memiliki kepastian hukum sehingga aktivitas usaha dapat berjalan tertib sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
«”Kalau memang keberadaan UMKM di kawasan itu ingin tetap dipertahankan, maka harus ada penataan dan legalitas yang jelas. Dengan begitu, selain memberikan kepastian bagi para pelaku usaha, juga dapat memberikan pemasukan bagi daerah melalui PAD,” ungkap perwakilan KNPI.»
KNPI juga mengingatkan agar fungsi utama kawasan olahraga tidak bergeser menjadi kawasan wisata kuliner. Keberadaan UMKM dinilai tetap dapat diakomodasi tanpa menghilangkan fungsi kawasan sebagai ruang olahraga dan rekreasi masyarakat.
Selain itu, KNPI kembali menguatkan aspirasi hasil Musrenbang mengenai pentingnya penyediaan fasilitas pembinaan dan pengembangan kapasitas generasi muda di Kabupaten Garut. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan kepemudaan yang representatif untuk pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, penguatan karakter, hingga pelestarian kebudayaan.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, sebelumnya dalam pelaksanaan Musrenbang Pemuda menegaskan bahwa pemuda harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
«”Pemuda tidak boleh hanya menjadi objek perubahan, tetapi harus siap menjadi subjek perubahan,” tegas Agil.»
Zamzam menjelaskan seluruh rekomendasi hasil Musrenbang Pemuda telah dirampungkan dan selanjutnya akan dibahas bersama perangkat daerah melalui rapat pleno sebelum dituangkan dalam berita acara serta direkomendasikan pada Musrenbang Kabupaten.
Melalui diskusi dengan BAPPEDA ini, DPD KNPI Kabupaten Garut berharap seluruh usulan strategis yang lahir dari Musrenbang Pemuda dapat masuk ke dalam prioritas perencanaan pembangunan daerah Tahun 2027. KNPI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi setiap rekomendasi tersebut agar melahirkan kebijakan yang berpihak pada pengembangan potensi generasi muda, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kabupaten Garut.
(hil)
