Ruangrakyatgarut.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui penguatan peran keluarga dan masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut bekerja sama dengan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Garut menggelar kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) di Aula Desa Pasanggrahan, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diikuti 50 peserta tersebut menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan keluarga dalam mendampingi lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia di usia senja. Melalui program ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang ramah serta mendukung kesejahteraan lansia.
Acara dibuka oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Hj. Diyah Kurnia Sari, serta dihadiri Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Budi Kusmawan, dan Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Garut, Eti Nurul Hayati.
Dalam sambutannya, Hj. Diyah Kurnia Sari mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Bina Keluarga Lansia sebagai salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan lansia melalui penguatan peran keluarga.
Menurutnya, lansia merupakan bagian penting dalam keluarga dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi besar selama masa produktifnya. Oleh karena itu, mereka berhak mendapatkan perhatian, penghormatan, dan dukungan yang memadai agar dapat menjalani masa tua dengan sehat, nyaman, dan bermartabat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam memberikan perlindungan serta pelayanan yang layak kepada kelompok rentan, termasuk para lansia.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut yang membidangi kesejahteraan rakyat, Hj. Diyah Kurnia Sari menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta peningkatan kualitas hidup lansia.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan karena dapat meningkatkan pemahaman keluarga dalam merawat dan mendampingi lansia. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu menghormati dan merawat seluruh anggotanya, termasuk mereka yang telah memasuki usia lanjut,” ujar Hj. Diyah Kurnia Sari.
Ia berharap program Bina Keluarga Lansia dapat terus diperluas dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Garut, sehingga semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, ramah, dan mendukung kesejahteraan lansia.
Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Budi Kusmawan, menegaskan bahwa program Bina Keluarga Lansia merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan keluarga agar mampu memberikan perhatian dan pendampingan yang tepat kepada anggota keluarga yang telah memasuki usia lanjut.
Menurutnya, lansia tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan psikologis, sosial, dan spiritual agar tetap memiliki semangat hidup serta dapat menjalani masa tua dengan bahagia dan bermartabat.
“Keberadaan lansia di tengah keluarga merupakan aset yang sangat berharga. Mereka memiliki pengalaman, nilai-nilai kehidupan, dan kebijaksanaan yang dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Oleh karena itu, keluarga perlu hadir sebagai sistem pendukung utama agar lansia tetap merasa dihargai, dicintai, dan memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari,” kata Budi.
Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas keluarga dalam memahami kebutuhan lansia, termasuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta menciptakan lingkungan yang ramah lansia.
Budi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap kesejahteraan lansia, mengingat jumlah penduduk lanjut usia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Pembangunan keluarga yang berkualitas harus mencakup seluruh siklus kehidupan, termasuk lansia. Ketika lansia mendapatkan perhatian yang baik dari keluarga dan lingkungannya, maka kualitas hidup mereka akan meningkat dan mereka dapat menjalani masa tua secara sehat, aktif, dan produktif,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari Dewi Nakipa, Founder Ruang Emotika, yang membahas pentingnya kesehatan emosional, dukungan keluarga, serta penguatan hubungan sosial bagi lansia agar dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berkualitas.
Melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia ini, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa lansia merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungan sosial yang perlu mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta dukungan secara berkelanjutan.
Dengan keluarga yang peduli dan lingkungan yang mendukung, para lansia diharapkan mampu menikmati masa tua yang sehat, aktif, produktif, dan sejahtera, sekaligus tetap berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan sejahtera di Kabupaten Garut.
(hil)
