Ruangrakyatgarut.id 11 Juni 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan menggelar Pembukaan Pelatihan Petugas Pencacah Lapangan (PPL) di Ballroom Tirta Kencana. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelatihan gelombang V sekaligus langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan sensus ekonomi berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas.
Pembukaan pelatihan dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Garut, Sidik Edi Sutopo, S.Si., M.Stat. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa petugas lapangan memiliki peran penting sebagai ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Sidik menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta pelatihan yang telah siap mengemban tugas penting dalam mendata aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional.
“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang sangat penting karena hasilnya akan menjadi rujukan dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan ekonomi. Data yang dihasilkan harus berkualitas agar mampu mendukung kebijakan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SE2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data dasar seluruh unit usaha di Indonesia, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat pusat maupun daerah.
Sidik juga menekankan bahwa BPS kini memiliki posisi yang semakin strategis sebagai rujukan utama data nasional. Oleh karena itu, seluruh insan statistik dituntut untuk terus meningkatkan kualitas data yang dihasilkan agar semakin akurat, terpercaya, bermakna, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan.
“Kita harus memiliki visi dan komitmen yang sama untuk menjadikan SE2026 sebagai sensus ekonomi terbaik sepanjang sejarah Indonesia,” tegasnya.
Tantangan Pendataan di Era Ekonomi Digital
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan sensus sebelumnya pada tahun 2016. Perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital telah melahirkan berbagai model usaha baru yang tidak selalu memiliki lokasi usaha fisik yang mudah dikenali.
Jika sebelumnya petugas dapat dengan mudah mengidentifikasi pelaku usaha melalui toko, kios, atau tempat usaha yang terlihat secara langsung, kini banyak aktivitas ekonomi yang berlangsung secara daring melalui berbagai platform digital.
“Pedagang online, content creator, YouTuber, influencer, hingga pelaku usaha berbasis media sosial menjadi bagian dari target pendataan yang harus mampu dijangkau oleh petugas sensus,” jelas Sidik.
Karena itu, para petugas lapangan dituntut memahami karakteristik ekonomi digital yang terus berkembang agar seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata secara komprehensif dan tidak ada yang terlewat dalam proses pencacahan.
Selain perkembangan ekonomi digital, perubahan struktur ekonomi daerah juga menjadi fokus penting dalam pelaksanaan SE2026. Data yang dikumpulkan nantinya akan memberikan gambaran terbaru mengenai sektor-sektor yang menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Garut.
“Sensus ini akan menjawab apakah sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Garut atau telah terjadi pergeseran ke sektor lain seperti industri, perdagangan, maupun jasa. Data yang diperoleh akan menggambarkan struktur ekonomi daerah secara lebih akurat,” katanya.
Sebanyak 2.601 Petugas Siap Turun ke Lapangan
Untuk menyukseskan pelaksanaan SE2026, BPS Kabupaten Garut akan menerjunkan sebanyak 2.601 petugas lapangan yang dijadwalkan mulai bertugas pada 15 Juni 2026. Mereka akan melakukan pendataan secara langsung ke rumah tangga dan unit-unit usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Melalui pendataan tersebut, BPS berharap dapat memperoleh data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi guna memperkuat basis data ekonomi nasional.
BPS juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus. Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menghasilkan data yang mampu menggambarkan kondisi perekonomian secara nyata.
Dengan dimulainya pelatihan petugas pencacah lapangan ini, BPS Kabupaten Garut optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berjalan sukses serta menghasilkan data berkualitas yang dapat menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan ekonomi daerah dan nasional di masa mendatang.
Mengusung slogan “SE2026: Satukan Langkah, Hadirkan Data Ekonomi Berkualitas untuk Indonesia”, BPS berkomitmen menghadirkan statistik yang akurat, terpercaya, dan relevan guna mendukung pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. (Hilman)
