Ruangrakyatgarut.id – Di tengah keterbatasan ekonomi, Ibu Imas Solihat, seorang janda duafa asal Kampung Sirna Hurip, RT 03 RW 04, Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, terus berjuang menghidupi keempat anaknya seorang diri. Salah satu anaknya, Ananda Rahmat Hidayat, merupakan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus setiap hari.
Sejak suaminya meninggal dunia dua tahun lalu, beban hidup keluarga sepenuhnya ditanggung oleh Ibu Imas. Untuk bertahan hidup, ia bekerja sebagai buruh tani dengan sistem upah harian. Namun, pekerjaan tersebut tidak menentu, sehingga penghasilan yang diperoleh kerap tidak mencukupi kebutuhan keluarga.
Kondisi ekonomi yang sulit semakin diperparah setelah Ibu Imas tidak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat. Berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), ia tercatat berada pada desil 5, yang membuatnya tidak lagi masuk dalam kategori penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Padahal sebelumnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, terutama untuk menunjang perawatan Ananda Rahmat yang membutuhkan perhatian lebih intensif.
Pemerintah Desa Cintarasa pun telah mengajukan usulan peninjauan kembali data tersebut, agar status desil Ibu Imas dapat diturunkan sehingga berpeluang kembali menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Pada Senin (27/4/2026), Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut bersama perangkat desa setempat melakukan kunjungan langsung ke kediaman Ibu Imas untuk melihat kondisi keluarga tersebut. Dalam kunjungan itu, bantuan sembako disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan.
Selain itu, seorang anggota DPRD Kabupaten Garut turut memberikan bantuan berupa sembako dan santunan uang kepada Ibu Imas dan keluarganya, guna meringankan beban yang mereka hadapi saat ini.
Diharapkan, Kementerian Sosial Republik Indonesia dapat segera melakukan asesmen ulang terhadap kondisi Ibu Imas, sehingga ia bisa kembali mendapatkan bantuan sosial secara reguler.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat agar keluarga ini kembali masuk dalam program bantuan sosial, mengingat kondisi riil di lapangan sangat membutuhkan,” ujar perwakilan yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Kisah Ibu Imas menjadi gambaran nyata bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan dan memiliki anggota keluarga berkebutuhan khusus.
