Ruangrakyatgarut.id 19 Juni 2026 – Penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan publik. Program yang sebelumnya dijanjikan tuntas paling lambat pada 30 April 2026 hingga kini belum terealisasi secara menyeluruh, memunculkan pertanyaan terkait komitmen serta koordinasi antara Perum Bulog dan Dinas Sosial Kabupaten Garut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan pangan yang seharusnya telah diterima masyarakat masih belum tersalurkan secara merata di sejumlah wilayah. Warga di Kecamatan Cilawu dan Pakenjeng, misalnya, disebut masih menunggu kepastian distribusi bantuan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Keterlambatan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Aktivis Garut, Jajang Erwan, menilai pemerintah daerah perlu segera turun tangan untuk memastikan program bantuan yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan.
“Bupati harus segera turun tangan melihat kondisi ini. Masyarakat di daerah sangat membutuhkan bantuan pangan, jangan sampai terus diundur tanpa kepastian,” tegas Jajang.
Menurut sejumlah sumber, alasan yang kerap disampaikan terkait molornya distribusi bantuan adalah belum tersedianya minyak goreng yang menjadi salah satu komponen dalam paket bantuan. Namun alasan tersebut dinilai kurang relevan mengingat jadwal penyaluran telah disepakati dalam rapat koordinasi sebelumnya.
“Dalam rapat koordinasi sudah jelas bahwa paling lambat 30 April 2026 bantuan harus tersalurkan. Namun hingga saat ini masih diundur dengan alasan yang sama,” ungkap salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keseriusan pihak penyelenggara dalam menjalankan program bantuan. Selain menyangkut ketepatan waktu, warga juga berharap adanya kepastian bahwa bantuan benar-benar tersalurkan secara merata kepada seluruh penerima yang berhak.
Di sisi lain, lemahnya koordinasi antarinstansi dinilai turut menjadi faktor yang memperlambat proses distribusi. Minimnya informasi resmi mengenai jadwal penyaluran membuat masyarakat semakin bingung dan tidak mendapatkan kepastian terkait waktu penerimaan bantuan.
Sejumlah pihak mendesak Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses distribusi bantuan pangan. Evaluasi tersebut dinilai penting guna memastikan tidak ada lagi penundaan serta menjamin bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Perum Bulog maupun Dinas Sosial Kabupaten Garut terkait kepastian jadwal penyaluran bantuan pangan yang tertunda tersebut.
