Ruangrakyatgarut.id 13 , Juni 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Garut menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Jawa Barat masih menyisakan berbagai persoalan yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berbagai aduan yang masuk ke posko advokasi GMNI Garut menunjukkan bahwa masyarakat masih menghadapi kebingungan, ketidakjelasan informasi, hingga kekhawatiran terhadap implementasi sejumlah kebijakan pendidikan, termasuk program Sekolah Maung.
Ketua DPC GMNI Garut, Bung Fazha Mochamad Nazhar Nazhrullah, menegaskan bahwa banyaknya keluhan yang bermunculan merupakan sinyal bahwa pemerintah belum sepenuhnya berhasil membangun tata kelola pendidikan yang transparan dan berpihak kepada masyarakat.
“Kami mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap kebijakan pendidikan benar-benar dipahami oleh masyarakat. Jika hingga hari ini masih banyak orang tua dan peserta didik yang kebingungan, maka ada persoalan mendasar dalam aspek sosialisasi dan implementasi kebijakan. Pendidikan tidak boleh dikelola dengan pendekatan yang membuat rakyat harus menebak-nebak nasib anaknya sendiri.”
Menurut Bung Fazha, pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pencapaian target program tanpa memastikan kesiapan sistem dan penerimaan masyarakat.
“Jangan sampai kebijakan pendidikan terjebak pada pencitraan administratif, tetapi mengabaikan realitas yang dihadapi masyarakat di lapangan. Negara memiliki kewajiban menghadirkan kepastian, bukan justru menambah kebingungan. Setiap keluhan yang muncul harus dijawab dengan transparansi, bukan sekadar narasi bahwa program berjalan baik.”
GMNI Garut juga menyoroti berbagai pertanyaan publik terkait program Sekolah Maung yang hingga kini masih menimbulkan beragam persepsi di masyarakat.
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC GMNI Garut, Bung Sultan Akong, menilai pemerintah harus lebih terbuka dalam menjelaskan dasar, tujuan, mekanisme, serta indikator keberhasilan program tersebut.
“Kami melihat banyak masyarakat yang belum memperoleh penjelasan yang utuh mengenai Sekolah Maung. Ketika sebuah kebijakan melahirkan lebih banyak pertanyaan daripada pemahaman, maka pemerintah harus berani melakukan evaluasi. Jangan sampai masyarakat dipaksa menerima sebuah kebijakan tanpa ruang dialog yang sehat dan terbuka.”
Bung Sultan menegaskan bahwa pembangunan karakter peserta didik tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan prinsip-prinsip pendidikan yang demokratis dan berorientasi pada hak anak.
“Pembinaan karakter penting, tetapi pendidikan bukanlah ruang untuk menerapkan pendekatan yang mengesampingkan aspek psikologis, sosial, dan hak-hak peserta didik. Negara harus memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan dibangun atas dasar kajian yang matang, kebutuhan masyarakat, serta kepentingan terbaik bagi anak.”
GMNI Garut menilai bahwa banyaknya keluhan yang muncul dalam pelaksanaan SPMB 2026 harus menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pemerintah tidak boleh menunggu polemik semakin besar sebelum mengambil langkah korektif.
Atas dasar itu, GMNI Garut mendesak:
Evaluasi terbuka dan menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Barat.
Transparansi penuh terkait mekanisme, dasar kebijakan, dan implementasi Sekolah Maung.
Pembukaan ruang dialog publik yang melibatkan orang tua, peserta didik, akademisi, dan organisasi masyarakat.
Penguatan sistem pengaduan dan penyelesaian keluhan masyarakat secara cepat dan terukur.
Jaminan bahwa seluruh kebijakan pendidikan dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, keterbukaan, dan kepentingan terbaik bagi peserta didik.
“Kami mengingatkan bahwa pendidikan adalah hak konstitusional rakyat. Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik, karena kritik lahir dari keresahan masyarakat yang ingin melihat sistem pendidikan berjalan adil, transparan, dan berkualitas. Jika keluhan terus bertambah dan tidak direspons secara serius, maka kepercayaan publik terhadap kebijakan pendidikan akan semakin menurun.”
Bung Fazha Mochamad Nazhar Nazhrullah
Ketua DPC GMNI Garut
Bung Sultan Akong
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC GMNI Garut
DPC GMNI GARUT
