Ruangrakyatgarut.id 17 Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut, dinamika perebutan kursi Ketua DPD Golkar Garut semakin menghangat. Sejumlah nama kader terbaik mulai mencuat dan masing-masing kubu disebut tengah melakukan konsolidasi untuk mengamankan dukungan dari Pimpinan Kecamatan (PK).
Berdasarkan informasi yang beredar, para PK dari masing-masing kandidat calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut dijadwalkan melakukan pertemuan pada 18 Agustus 2026. Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi salah satu momentum penting untuk membaca perkembangan peta dukungan menjelang Musda.
Di tengah dinamika tersebut, muncul klaim dukungan dari tiga kandidat yang jumlahnya justru melebihi total PK Partai Golkar Kabupaten Garut.
Bendahara Umum Barisan Muda Kosgoro 1957, Jamal M. Faisal, mengungkapkan bahwa berdasarkan klaim dukungan yang beredar, Aris Munandar disebut memperoleh dukungan sebanyak 35 PK. Sementara Abdusy Syakur Amin diklaim mendapat dukungan 28 PK, dan Euis Ida juga disebut mengantongi dukungan 28 PK.
Jika seluruh klaim tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai 91 dukungan PK. Padahal, jumlah PK Partai Golkar Kabupaten Garut disebut sebanyak 42 PK.
Perbedaan angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam dinamika politik internal Golkar Garut. Meski demikian, angka-angka tersebut masih sebatas klaim dukungan yang beredar dan belum dapat dianggap sebagai hasil akhir Musda.
Dukungan politik dalam proses internal partai masih sangat mungkin mengalami perubahan seiring dengan konsolidasi, komunikasi antarkader, serta mekanisme organisasi yang berlaku.
Jamal M. Faisal menegaskan bahwa ketiga nama yang disebut dalam bursa Ketua DPD Golkar Garut merupakan kader terbaik Partai Golkar yang memiliki kapasitas dan rekam jejak masing-masing.
«“Semua adalah kader terbaik Partai Golkar,” ujar Jamal M. Faisal.»
Menurutnya, dinamika menjelang Musda merupakan bagian dari proses demokrasi internal partai yang harus dihormati. Karena itu, ia berharap seluruh tahapan berlangsung secara kondusif dengan tetap mengedepankan kepentingan organisasi.
Jamal juga menilai perkembangan menuju Musda saat ini menjadi perhatian masyarakat Garut. Namun, ia meminta masyarakat yang berada di luar Partai Golkar tidak ikut terseret terlalu jauh ke dalam dinamika internal partai.
«“Ini diperhatikan oleh seluruh masyarakat Garut. Kami meminta semua masyarakat di luar Partai Golkar untuk mendoakan saja yang terbaik buat Partai Golkar,” katanya.»
Ia berharap seluruh kandidat dan pendukungnya dapat menjaga suasana kekeluargaan selama proses menuju Musda. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi kepemimpinan merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan di antara kader.
Dengan adanya klaim dukungan 35 PK untuk Aris Munandar, 28 PK untuk Abdusy Syakur Amin, dan 28 PK untuk Euis Ida, peta persaingan menuju kursi Ketua DPD Golkar Garut masih menjadi perhatian.
Terlebih, jika dibandingkan dengan jumlah PK yang disebut hanya 42, total klaim 91 dukungan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai peta dukungan sebenarnya.
Pertemuan para PK pada 18 Agustus 2026 pun diperkirakan menjadi salah satu momentum untuk melihat sejauh mana klaim tersebut dapat dikonsolidasikan.
Namun, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat melalui mekanisme Musda, Jamal berharap seluruh kader tetap menjaga persatuan dan soliditas partai.
“Yang paling penting adalah bagaimana Partai Golkar tetap solid. Apa pun hasil akhirnya, kepentingan Partai Golkar harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kandidat,” pungkasnya
(hil).
