Ruangrakyatgarut.id 18 Mei 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah orang tua penerima manfaat yang terdaftar melalui posyandu mengeluhkan porsi menu MBG kategori B3 yang disalurkan oleh SPPG Cimurah 03, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Mereka menilai jumlah dan komposisi makanan yang diterima jauh dari standar kebutuhan gizi anak untuk tiga hari.
Keluhan tersebut muncul setelah para orang tua menerima paket makanan yang dinilai tidak sebanding dengan tujuan utama program, yakni memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang.
“Kalau ini memang jatah untuk tiga hari, tentu sangat tidak masuk akal. Terlihat seadanya dan jauh dari kata layak,” ujar salah seorang orang tua penerima manfaat.
Menurut mereka, program yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak tidak seharusnya dilaksanakan sekadar untuk memenuhi formalitas penyaluran. Kualitas, kuantitas, dan kandungan gizi makanan harus benar-benar diperhatikan agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata.
“Jangan jadikan program mulia ini sekadar formalitas. Yang dipertaruhkan adalah kesehatan dan masa depan anak-anak,” tegas salah seorang orang tua.
Selain menyoroti porsi makanan, para orang tua juga mempertanyakan kesesuaian antara menu yang diterima dengan besaran anggaran yang telah dialokasikan pemerintah untuk program MBG.
“Kalau ini benar untuk tiga hari, anggarannya berapa? Untuk satu hari berapa? Apakah sesuai dengan menu yang diterima?” tambahnya.
Mereka meminta keterbukaan dari pihak penyelenggara terkait standar penetapan menu, perhitungan kebutuhan gizi, besaran porsi, hingga mekanisme distribusi yang diterapkan oleh SPPG Cimurah 03.
Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaannya diharapkan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sejumlah orang tua mendesak Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Garut serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di SPPG Cimurah 03.
“Pemerintah harus memastikan setiap penerima mendapatkan porsi yang layak sesuai standar. Jangan sampai program yang anggarannya besar justru pelaksanaannya terkesan seadanya,” ujar salah seorang orang tua.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPPG Cimurah 03 Kecamatan Karangpawitan terkait apakah menu tersebut memang ditetapkan sebagai jatah tiga hari dan apakah telah memenuhi standar kelayakan gizi sesuai ketentuan program MBG.
Warga berharap evaluasi segera dilakukan agar tujuan Program Makan Bergizi Gratis untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas dapat terwujud secara optimal. (Hil)
