Ruangrakyatgarut.id 16 juli 2026 -Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ayi Suryana, S.E., melakukan kunjungan kerja strategis menemui inisiator gerakan sosial “Rakyat Bantu Rakyat”, Abenk Marco (pemeran Kang Cecep dalam serial Preman Pensiun). Pertemuan ini difokuskan pada satu agenda besar: merumuskan langkah taktis untuk menduplikasi gerakan ketahanan pangan mandiri agar dapat diterapkan secara masif di seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Garut.
Gerakan “Rakyat Bantu Rakyat” yang digagas oleh Abenk Marco selama ini telah terbukti efektif menggerakkan solidaritas akar rumput. Dengan memanfaatkan lahan-lahan non-produktif di pekarangan rumah maupun tanah desa untuk ditanami kebutuhan pangan harian, gerakan ini mampu memangkas biaya dapur sekaligus menciptakan jaring pengaman sosial mandiri di semua tingkatan masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Garut, Ayi Suryana, menegaskan bahwa model gerakan swadaya murni seperti ini tidak boleh berhenti sebagai inisiatif lokal di beberapa titik saja, melainkan harus diangkat menjadi gerakan semesta di seluruh wilayah Garut. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan garis perjuangan partai. ”Apa yang diinisiasi oleh Kang Abenk Marco ini adalah jawaban riil atas tantangan ekonomi hari ini. Sistem gotong royong ‘Rakyat Bantu Rakyat’ ini sangat logis, mandiri, dan langsung menyentuh urusan perut masyarakat bawah. Tugas kami di DPRD adalah memastikan formula sukses ini diduplikasi ke seluruh desa di Garut. Terlebih, gagasan ketahanan pangan mandiri yang digagas Kang Abenk ini sangat selaras dengan arahan serta instruksi langsung dari Utusan khusus Presiden bidang ketahanan pangan Sekaligus Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono yang menekankan agar seluruh kader partai di legislatif fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan penguatan ekonomi umat,” ujar Ayi Suryana.
Sementara itu, Abenk Marco menekankan bahwa kunci keberhasilan duplikasi gerakan ini terletak pada konsistensi pendampingan di lapangan dan kemudahan akses bagi masyarakat untuk memulainya. Beliau berharap keterlibatan DPRD mampu membuka sumbatan-sumbatan fasilitas yang selama ini dihadapi warga di bawah. ”Gerakan ini bisa berjalan di mana saja asalkan ada kemauan dan modal sosial gotong royong. Namun, agar gerakan ‘Rakyat Bantu Rakyat’ ini bisa serentak diadopsi di seluruh Garut, masyarakat butuh kepastian dukungan. Mulai dari kemudahan akses benih, bantuan teknis pupuk organik, hingga jaminan bahwa lahan-lahan tidur yang mereka garap secara kolektif tidak diganggu gugat oleh persoalan administrasi yang rumit,” tegas Abenk Marco.
Pertemuan kolaboratif ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan pangan di Garut, di mana pemerintah daerah tidak lagi sekadar memberikan bantuan instan yang konsumtif, melainkan memfasilitasi kemandirian rakyat secara terhormat melalui semangat gotong royong yang berdaulat.
