Ruangrakyatgarut.id 30 September 2026 — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Dilla Nurul Fadilah, menegaskan bahwa penyaluran 260 unit becak listrik kepada para penarik becak di Garut merupakan bagian dari amanah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (29/9/2026), dengan sasaran utama para pengemudi becak lanjut usia yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor transportasi tradisional.
Menurut Dilla, program ini mencerminkan kehadiran negara dalam memberikan solusi konkret bagi kelompok pekerja informal yang masih bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.
“Ini adalah bentuk keberpihakan nyata. Amanah Presiden Prabowo agar para penarik becak memiliki alat kerja yang lebih layak, lebih manusiawi, dan mampu meningkatkan penghasilan mereka,” ujar Dilla.
Ia menilai, transformasi dari becak konvensional ke becak listrik tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga pada kualitas kerja para pengemudi, terutama yang telah berusia lanjut.
Dengan penggunaan tenaga listrik, beban fisik pengemudi dapat berkurang secara signifikan, sehingga mereka tetap dapat bekerja dengan lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Garut memposisikan program ini sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata daerah. Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, menyebut becak listrik dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus alternatif transportasi ramah lingkungan.
Ia berharap kehadiran becak listrik mampu menghidupkan kembali minat masyarakat dan wisatawan untuk menggunakan moda transportasi tradisional yang kini dikemas lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dari sisi teknis, becak listrik memiliki jarak tempuh hingga 30 kilometer dalam satu kali pengisian daya serta didukung sistem perawatan melalui kerja sama dengan produsen untuk menjamin keberlanjutan operasional.
Dilla menekankan bahwa pengawasan terhadap distribusi dan pemanfaatan bantuan harus dilakukan secara ketat agar tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi penerima.
“Jangan sampai bantuan ini berhenti sebagai seremoni. Harus ada dampak nyata, peningkatan kesejahteraan, dan keberlanjutan program,” tegasnya.
