Ruangrakyatgarut.id 19 Agustus 2026 — Persoalan infrastruktur jalan di wilayah Garut Selatan kembali menjadi sorotan. Kondisi jalan yang menghubungkan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy dinilai membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret dari Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.
Dalam semangat “Warga Bantu Warga”, elemen Cipayung Garut yang terdiri dari PMII, HMI, dan GMNI menyatakan membersamai gerakan AKSI GEMA BSP sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan infrastruktur yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Gerakan ini bukan sekadar persoalan memperjuangkan aspal dan jalan yang mulus. Jalan merupakan urat nadi mobilitas masyarakat, akses pendidikan, kesehatan, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga aktivitas ekonomi warga. Ketika akses jalan terganggu, maka yang ikut terganggu adalah kehidupan masyarakat.
Cipayung Garut memandang bahwa persoalan jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy tidak boleh terus berhenti pada tahap perencanaan dan janji penganggaran. Masyarakat membutuhkan kepastian: kapan diperbaiki, ruas mana yang menjadi prioritas, berapa anggaran yang disiapkan, dan bagaimana tahapan pelaksanaannya.
«“Jangan sampai masyarakat terus diminta bersabar, sementara jalan rusak menjadi pemandangan yang diwariskan dari tahun ke tahun. Perencanaan pemerintah harus berujung pada realisasi, bukan hanya menjadi dokumen yang tersimpan di meja birokrasi.”»
Cipayung Garut menegaskan bahwa AKSI GEMA BSP merupakan ruang partisipasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstitusional. Kehadiran PMII, HMI, dan GMNI merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk membersamai masyarakat dalam mengawal kebijakan publik.
Kami mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Garut untuk:
- Menjadikan perbaikan jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy sebagai prioritas pembangunan infrastruktur.
- Membuka secara transparan status perencanaan dan penganggaran perbaikan ruas jalan tersebut.
- Menjelaskan target waktu pelaksanaan pembangunan kepada masyarakat.
- Memastikan anggaran pembangunan benar-benar berorientasi pada kebutuhan dan keselamatan masyarakat.
- Melibatkan masyarakat dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi kami, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari banyaknya program yang tertulis dalam dokumen perencanaan. Pembangunan harus terasa di jalan yang dilalui rakyat setiap hari.
Karena itu, “Warga Bantu Warga” bukan sekadar slogan. Ini adalah bentuk solidaritas sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pembangunan yang layak.
Cipayung Garut — PMII, HMI, GMNI — membersamai AKSI GEMA BSP.
Jalan diperbaiki, akses dibenahi, rakyat jangan lagi diminta menunggu tanpa kepastian.
