Ruangrakytagraut.id 20 Agustus 2026 – Kondisi ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Infrastruktur yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dinilai belum mendapatkan perhatian serius, meski keluhan warga telah berulang kali disampaikan.
Aliansi Gema BSP menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten Garut yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan infrastruktur jalan di wilayah selatan.
Jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat di wilayah selatan Garut itu bahkan kini diibaratkan seperti “martabak korlap”—retak, berlapis, dan tidak pernah benar-benar rata. Istilah tersebut menjadi sindiran atas akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin memprihatinkan.
Warga menyebut kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Lubang, permukaan yang tidak rata, hingga tambalan yang kembali rusak menjadi persoalan yang terus dikeluhkan.
“Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini jalur utama masyarakat. Kalau terus dibiarkan, dampaknya sangat luas, dari ekonomi sampai keselamatan,” ujar salah seorang warga.
Keluhan tersebut bukan persoalan baru. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat dari Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Pendeuy terus menyuarakan tuntutan perbaikan. Namun, langkah penanganan yang dilakukan dinilai belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Kondisi tersebut turut mendorong rencana aksi dari warga bersama Aliansi Gema BSP untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Mereka menuntut agar penanganan jalan tidak lagi sebatas tambal sulam, tetapi dilakukan secara menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, sorotan juga mulai diarahkan terhadap kebijakan anggaran daerah yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama persoalan infrastruktur jalan di wilayah selatan Garut yang selama ini dianggap tertinggal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan terukur. Bagi warga, ruas Banjarwangi–Singajaya–Pendeuy bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan jalur penting yang menopang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jangan sampai jalan ini terus seperti martabak korlap—rusak di mana-mana tanpa solusi nyata,” tegas warga.
Dengan meningkatnya tekanan publik, Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan segera memberikan respons serius serta kepastian mengenai langkah penanganan ruas jalan tersebut.
Masyarakat menilai persoalan infrastruktur selatan tidak boleh terus berlarut. Perbaikan jalan dinilai harus menjadi prioritas agar akses masyarakat, aktivitas ekonomi, dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.
