Ruangrakyatgarut.id 2 September 2026 — Kalamullah Apandi, S.IP., atau yang akrab disapa Bung Kalam, menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Garut.
Dengan pengalaman panjang dalam organisasi sejak usia muda, Bung Kalam membawa gagasan untuk mendorong PA GMNI Garut menjadi organisasi alumni yang semakin solid secara internal serta semakin berdaya dan diperhitungkan secara eksternal.
Lahir di Garut pada 9 Juni 1983, perjalanan organisasi Bung Kalam dimulai sejak masih duduk di bangku SMA. Pada tahun 1999, ia dipercaya menjadi Ketua GSNI Garut hingga tahun 2001.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA dan melanjutkan kuliah pada tahun 2001, Bung Kalam kemudian dipercaya memimpin Komisariat FISIP Universitas Garut (Uniga) hingga tahun 2003. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kematangan dirinya sebagai seorang organisatoris.
Pada tahun 2003, Bung Kalam melanjutkan kiprahnya di DPC GMNI Garut sebagai Wakil Ketua hingga tahun 2005. Selanjutnya, pada periode 2006–2008, ia dipercaya menjadi bagian dari Presidium GMNI.
Rangkaian pengalaman tersebut membuat Bung Kalam memiliki perjalanan organisasi yang relatif panjang dan berjenjang, mulai dari organisasi pelajar, komisariat, cabang, hingga tingkat nasional.
«“Bagi saya, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang untuk belajar, membangun persaudaraan, mengasah gagasan, dan memberikan pengabdian. Pengalaman panjang di GMNI menjadi modal untuk melihat apa yang harus kita pertahankan dan apa yang harus kita perbaiki,” ujar Bung Kalam.»
MEMBANGUN MASA DEPAN PA GMNI GARUT
Bung Kalam memandang bahwa tantangan organisasi alumni saat ini semakin kompleks. PA GMNI Garut tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi harus mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni sekaligus memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Karena itu, gagasan yang dibawanya berorientasi pada penguatan internal dan eksternal organisasi.
Dari sisi internal, Bung Kalam mendorong konsolidasi dan penguatan persatuan alumni lintas generasi, pembenahan tata kelola organisasi, pemetaan potensi alumni, penguatan komunikasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Sementara dari sisi eksternal, PA GMNI Garut diharapkan mampu memperluas jejaring dan kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, serta berbagai kelompok strategis lainnya.
Menurutnya, alumni GMNI memiliki latar belakang profesi, pengalaman, jaringan, dan kompetensi yang beragam. Potensi tersebut perlu dihimpun dan dikolaborasikan agar menjadi kekuatan positif bagi organisasi maupun masyarakat.
«“Kita memiliki banyak alumni dengan berbagai latar belakang dan kompetensi. Potensi itu harus kita satukan. PA GMNI harus menjadi rumah bersama yang mampu menghubungkan pengalaman, gagasan, jejaring, dan karya para alumninya,” katanya.»
PA GMNI HARUS ADAPTIF TERHADAP PERUBAHAN ZAMAN
Bung Kalam juga menilai bahwa perubahan zaman menuntut organisasi untuk lebih adaptif. Digitalisasi, perubahan sosial, perkembangan ekonomi, serta dinamika kehidupan masyarakat membutuhkan organisasi yang mampu membaca perubahan dan meresponsnya dengan gagasan yang relevan.
Karena itu, ia ingin mendorong hadirnya ruang-ruang diskusi dan kajian yang dapat melahirkan gagasan serta rekomendasi terhadap berbagai persoalan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Garut.
Di saat yang sama, penguatan ekonomi dan jejaring profesional alumni juga menjadi perhatian. PA GMNI Garut diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi ekosistem yang memungkinkan para alumni saling terhubung, berkolaborasi, dan memberikan manfaat.
MERAWAT NILAI, MEMPERBARUI CARA
Bung Kalam menegaskan bahwa pembaruan organisasi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang telah menjadi identitas GMNI.
Sebaliknya, nilai-nilai tersebut perlu terus diaktualisasikan dengan pendekatan yang sesuai dengan tantangan zaman.
«“Kita tidak boleh kehilangan akar perjuangan, tetapi cara kita bergerak harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Nilai tetap kita rawat, sementara metode dan pendekatan harus terus kita perbarui,” tegasnya.»
Dengan pengalaman organisasi yang telah dijalani sejak 1999, Bung Kalam ingin menjadikan momentum kepemimpinan PA GMNI Garut ke depan sebagai bagian dari proses membangun organisasi yang lebih solid, modern, mandiri, dan memberikan dampak nyata.
Baginya, masa depan PA GMNI Garut bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana seluruh alumni dapat bergerak bersama untuk membangun organisasi yang lebih baik.
«“Saya ingin PA GMNI Garut ke depan menjadi rumah bersama yang solid secara internal, kuat dalam jejaring, kaya gagasan, dan nyata pengabdiannya kepada masyarakat. Kita tidak sedang membangun organisasi untuk kepentingan hari ini saja, tetapi menyiapkan masa depan PA GMNI yang lebih baik,” pungkas Bung Kalam.»
PROFIL SINGKAT
Nama: Kalamullah Apandi, S.IP.
Nama panggilan: Bung Kalam
Tempat, tanggal lahir: Garut, 9 Juni 1983
Riwayat Organisasi:
- Ketua GSNI Garut, 1999–2001
- Ketua Komisariat FISIP-Uniga, 2001–2003
- Wakil Ketua DPC GMNI Garut, 2003–2005
- Pengurus Presidium GMNI, 2006–2008
Gagasan utama:
Memperkuat PA GMNI Garut secara internal, memperluas jejaring secara eksternal, mengembangkan potensi alumni, serta menghadirkan organisasi yang adaptif, progresif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
— SELESAI —
