Ruangrakyatgarut.id 2 September 2026 — Bencana pergerakan tanah yang melanda Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, hingga kini masih menyisakan persoalan bagi masyarakat. Sebanyak 165 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak bencana yang terjadi secara bertahap sejak 2024 hingga 2026.
Dampak pergerakan tanah tidak hanya menyebabkan retakan pada bangunan, tetapi juga membuat sebagian rumah warga mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi layak dihuni. Bahkan, sebanyak 15 KK terpaksa meninggalkan rumahnya dan sementara mengungsi ke rumah kerabat.
Kepala Desa Talagawangi, Encang Yayat, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, terutama karena dampak pergerakan tanah masih dirasakan oleh masyarakat.
“Hari ini ada 15 KK yang rumahnya hancur. Mereka sementara menginap di saudaranya karena kondisi rumah sudah tidak memungkinkan untuk ditempati,” ujar Encang Yayat.
Sementara itu, sekitar 150 KK lainnya masih menghadapi kondisi rumah yang mengalami retak dan pergeseran struktur akibat pergerakan tanah.
Menurut Encang, persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai kerusakan rumah warga. Sejumlah fasilitas umum juga berpotensi terdampak sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat bersinergi untuk melakukan penanganan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang berada di kawasan terdampak.
“Kami berharap kepada Bapak Aing (Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi) agar bisa turun ke Talagawangi meninjau kondisi rumah warga terdampak pergerakan tanah. Bukan hanya rumah warga, fasilitas umum juga perlu diperhatikan, termasuk masjid maupun sekolah,” katanya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung di lokasi sangat penting agar kondisi faktual yang dialami masyarakat dapat dilihat dan dinilai secara langsung. Dengan demikian, langkah penanganan maupun kebijakan yang diambil dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Warga Minta KDM Turun Langsung
Harapan serupa disampaikan warga terdampak. Mereka berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dapat menyempatkan diri datang langsung ke Desa Talagawangi untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Warga menilai, kunjungan langsung kepala daerah ke lokasi bencana akan menjadi bentuk perhatian sekaligus memberikan kepastian bahwa persoalan yang mereka hadapi tidak luput dari perhatian pemerintah.
“Kami berharap KDM turun ke sini, ke Desa Talagawangi yang terdampak bencana pergerakan tanah. Jangan ke luar provinsi, turun ke lokasi bencana,” ujar salah seorang warga.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah kepastian tempat tinggal dan penanganan dari pemerintah. Sedangkan bagi warga yang rumahnya mengalami retakan maupun pergeseran struktur, diperlukan kajian teknis untuk memastikan tingkat keamanan bangunan.
Pemerintah desa berharap penanganan dapat dilakukan secara terpadu melalui koordinasi antara pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta instansi teknis terkait.
Hingga berita ini ditulis, masyarakat terdampak masih menunggu langkah konkret pemerintah dalam menangani dampak pergerakan tanah di Desa Talagawangi.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pendataan dan peninjauan semata, tetapi berlanjut pada penanganan nyata, kepastian keselamatan, serta solusi bagi warga yang rumahnya sudah tidak dapat ditempati.
Red
