Ruangrakyatgarut.id 17 Juni 2026 – Gagasan menghadirkan sirkuit balap permanen di Kabupaten Garut terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara perwakilan KONI Garut yang diwakili Sekretaris IMI Kabupaten Garut Farhan, Wakil Ketua KNPI Kabupaten Garut Ryan Multama, serta orang tua atlet balap usia dini dengan tokoh otomotif nasional sekaligus pendiri AHRS, H. Asep Hendro.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan tersebut membahas berbagai peluang yang dapat diraih Kabupaten Garut apabila memiliki sirkuit balap yang mampu menjadi pusat kegiatan olahraga otomotif, pembinaan atlet, hingga penggerak ekonomi daerah.
Selain membahas pembangunan infrastruktur olahraga, diskusi juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem otomotif secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pembalap, mekanik, pelaku industri kreatif otomotif, hingga keterlibatan UMKM dan sektor pariwisata.
Dalam kesempatan tersebut, para orang tua atlet turut menyampaikan perkembangan pembinaan anak-anak mereka yang saat ini tengah merintis karier di dunia balap motor sejak usia dini. Beberapa atlet muda Garut bahkan telah mulai menjajal motor bebek 150 cc sebagai bagian dari proses peningkatan kemampuan dan pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.
Sekretaris IMI Kabupaten Garut, Farhan, menyampaikan bahwa Garut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dalam dunia olahraga otomotif nasional. Menurutnya, keberadaan sirkuit tidak hanya akan menjadi sarana penyelenggaraan event, tetapi juga menjadi pusat pembinaan atlet-atlet muda berbakat asal Garut.
“Kita memiliki potensi atlet yang besar. Kehadiran sirkuit nantinya diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan sehingga lahir pembalap-pembalap Garut yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KNPI Kabupaten Garut, Ryan Multama, menilai pembangunan sirkuit memiliki dampak sosial yang sangat positif bagi generasi muda.
“Sirkuit dapat menjadi ruang yang tepat untuk menyalurkan hobi, minat, dan bakat anak-anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif. Dengan adanya fasilitas yang memadai, aktivitas balap liar dapat diminimalisir karena para pecinta balap memiliki wadah yang legal, aman, dan terarah.”
Ryan menambahkan bahwa manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh komunitas otomotif, tetapi juga akan memberikan efek domino terhadap berbagai sektor lainnya.
“Ketika sebuah sirkuit hadir dan aktif digunakan, maka akan muncul pergerakan ekonomi yang luas. Mulai dari sektor UMKM, kuliner, penginapan, transportasi, industri otomotif, hingga terciptanya lapangan pekerjaan baru. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa pembangunan sirkuit perlu didorong bersama-sama.”
Berbekal pengalaman panjang di dunia otomotif nasional, H. Asep Hendro membeberkan berbagai peluang yang bisa diraih Garut apabila serius mengembangkan sektor olahraga otomotif dan sport tourism.
Menurutnya, Garut memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain, mulai dari potensi wisata alam, jumlah penduduk yang besar, hingga sumber daya manusia yang kreatif dan produktif.
“Garut memiliki potensi yang sangat besar. Jika seluruh stakeholder memiliki keseriusan dan visi yang sama, saya optimis Garut bisa menjadi salah satu pusat kegiatan otomotif di Indonesia. Banyak peluang yang bisa dibuka, baik dari sisi olahraga, industri, maupun pariwisata.”
H. Asep Hendro juga menyatakan kesiapannya untuk membantu membuka komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian dari jejaring otomotif nasional.
“Kami memiliki banyak relasi di dunia otomotif. Jika Garut serius mewujudkan pembangunan sirkuit dan pengembangan industri otomotif, tentu kami siap membantu menghubungkan dengan berbagai pihak yang dapat mendukung terwujudnya cita-cita tersebut.”
Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah komitmen AHRS untuk terlibat penuh dalam mendukung perkembangan industri otomotif di Kabupaten Garut. Komitmen tersebut dinilai sangat relevan mengingat sebagian produk wearpack balap kebanggaan Indonesia yang dipasarkan AHRS selama ini juga diproduksi oleh pengrajin-pengrajin asal Garut.
Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara unsur olahraga, kepemudaan, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya ekosistem otomotif yang kuat di Kabupaten Garut. Dengan kolaborasi seluruh pihak, harapan menjadikan Garut sebagai destinasi sport tourism sekaligus pusat pembinaan dan industri otomotif di masa depan semakin terbuka lebar. (El)
