Ruangrakyatgarut.id 18 februari 2026 – Perayaan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Ketua Umum Forum Mahasiswa Peundeuy (FMP), Galih Raksa Yuliansyah, melontarkan kritik terhadap perayaan yang dinilai lebih menonjolkan kemeriahan panggung dibandingkan realitas persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
Menurut Galih, usia 213 tahun Kabupaten Garut seharusnya mencerminkan kematangan dan kebijaksanaan dalam menentukan arah pembangunan. Namun, ia menilai yang tampak justru kontras antara megahnya panggung seremoni dan kondisi sebagian masyarakat yang masih bergelut dengan kemiskinan serta infrastruktur yang belum memadai.
“Di atas panggung, sorot lampu menari-nari, pejabat merayakan budaya dan seni. Namun di sisi lain, rakyat harus bermanuver menghindari lubang jalan rusak setiap hari. Ini paradoks yang menyakitkan,” ujarnya.
Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar, mulai dari ruas jalan desa yang rusak, kualitas pendidikan yang dinilai belum optimal, hingga beban ekonomi masyarakat kecil yang kian berat. Menurutnya, pesta perayaan akan kehilangan makna apabila tidak diiringi keberpihakan nyata terhadap kebutuhan dasar rakyat. “Garut butuh perbaikan, bukan sekadar tarian. Garut butuh jalan mulus, bukan sekadar janji halus,” tegasnya.
Galih menekankan bahwa kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap budaya atau seni. Ia menyatakan dukungan terhadap pelestarian budaya, namun menolak apabila prioritas pembangunan dinilai tidak tepat sasaran. “Kami tidak anti budaya, tapi kami anti pada prioritas yang salah,” katanya.
Melalui momentum HJG ke-213, FMP mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk memprioritaskan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila, demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Ia juga mengajak pemuda dan mahasiswa untuk berkontribusi aktif, tidak hanya melalui diskusi, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
“Dari diskusi ke lapangan, dari kritik ke solusi. Jadikan budaya bukan sekadar pentas panggung, tetapi alat pemberdayaan. Garut ke-213 ini bukan akhir, melainkan awal kebangkitan menuju Garut bebas kemiskinan, masyarakat adil makmur, dan generasi yang cerdas,” pungkasnya.
Meski diwarnai kritik, Galih tetap menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Garut ke-213 seraya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama dalam membenahi arah pembangunan daerah.
