Ruangrakyatgarut.id 3 September 2026 — Karang Taruna Adisatya Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menghadirkan inovasi pengolahan sampah berupa mesin insinerator berkapasitas hingga 1 ton per hari.
Inovasi teknologi pembakaran sampah tersebut resmi diperkenalkan dan dioperasikan pada Rabu, 3 September 2026, sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Insinerator tersebut dirancang untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya, baik di tingkat desa maupun Tempat Penampungan Sementara (TPS). Dengan pengolahan di tingkat sumber, beban pengangkutan sekaligus volume sampah yang masuk ke TPA diharapkan dapat ditekan.
Mampu Olah 1 Ton Sampah dalam 8 Jam
Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibatu, Agus Mulyana, S.Pd.I., mengatakan mesin tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1 ton sampah dalam waktu operasional delapan jam.
“Pengolahan sampah dengan teknologi insinerator ini merupakan ikhtiar kita dalam menyelesaikan sampah dari sumbernya. Harapannya, semakin sedikit sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Agus yang akrab disapa Kang Ukaz seusai peresmian.
Menurutnya, sebagian sampah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam proses pembakaran. Teknologi tersebut ditargetkan mampu menangani sampah rumah tangga yang banyak dihasilkan masyarakat Desa Cibatu.
Tekankan Prinsip 3R dan Gotong Royong
Agus menegaskan, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur lainnya dinilai menjadi bagian penting dalam penanganan sampah dari sumbernya.
“Untuk menyelesaikan sampah memang harus secara gotong royong. Prinsip kita, inginnya sampah selesai di sumbernya. Kurangi, pisahkan, dan manfaatkan sampah harus terus dilakukan,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Karang Taruna Adisatya membangun kolaborasi dengan Karang Taruna RW 10 Kampung Salagedang, pemerintah RW setempat, serta berbagai unsur masyarakat.
Diharapkan Bisa Menjadi Contoh
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Cibatu Misbah dan Camat Cibatu Budi yang telah memberikan dukungan terhadap program kepemudaan tersebut.
Apresiasi turut disampaikan kepada Agung Sakti Gumilar, S.E., Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Garut Bidang Ekonomi, yang menjadi mentor dalam proses penciptaan dan pengembangan mesin insinerator.
“Kami berharap inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Desa Cibatu, tetapi juga bisa diadopsi dan dikembangkan di wilayah lain yang menghadapi persoalan sampah serupa,” pungkasnya.
Peluncuran dan pengoperasian insinerator tersebut menjadi salah satu bentuk peran aktif pemuda bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi untuk menangani persoalan lingkungan, khususnya pengurangan sampah dari sumbernya. (Atu)
