Ruangrakyatgarut.id 11 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa madrasah di Kabupaten Garut. Alisha Fahira, siswi kelas IV MIS Namiatusibyan, Kampung Harempoy, Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, berhasil meraih Juara II lomba puisi tingkat Kabupaten Garut dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus civitas akademika MIS Namiatusibyan. Di tengah keterbatasan yang kerap melekat pada sekolah swasta, Alisha justru mampu menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk bersaing dan meraih prestasi di tingkat kabupaten.
Putri dari Acep Malwa itu tampil membawa bakat dan kemampuan di bidang seni puisi. Meski masih duduk di bangku kelas IV, Alisha mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuannya di hadapan peserta lainnya.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa potensi peserta didik tidak ditentukan oleh status sekolah. Dengan pembinaan, kesempatan, dan dukungan yang tepat, siswa dari madrasah swasta pun mampu mengukir prestasi dan membawa nama sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.
Guru MIS Namiatusibyan, Risma Siti Humaidiyyah, mengapresiasi keberhasilan Alisha. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya agar berani mengembangkan bakat dan tidak ragu mengikuti berbagai kompetisi.
“Dari latar belakang sekolah swasta berbasis madrasah, kami siap berkarya dan berkompetisi untuk mengharumkan nama Kabupaten Garut,” ujar Risma.
Ia menegaskan, prestasi Alisha bukan hanya keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus menggali potensi peserta didik, khususnya dalam bidang seni dan kreativitas.
Menurut Risma, anak-anak madrasah memiliki potensi yang tidak kalah dengan peserta didik dari sekolah lainnya. Karena itu, ruang untuk berkarya, berkompetisi, dan mendapatkan apresiasi menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Ia berharap prestasi yang diraih Alisha dalam ajang Porseni Kabupaten Garut dapat menjadi awal dari capaian-capaian berikutnya.
“Semoga prestasinya terus meningkat. Kami juga berharap adanya dukungan dan apresiasi dari semua kalangan, baik dari pihak sekolah maupun pemerintah, kepada anak-anak sekolah madrasah swasta yang memiliki potensi dan prestasi,” harapnya.
Bukan Sekadar Piala, Ada Pesan untuk Madrasah Swasta
Keberhasilan Alisha memiliki makna lebih luas bagi MIS Namiatusibyan. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa madrasah swasta juga mampu melahirkan peserta didik yang memiliki keberanian, kreativitas, serta daya saing.
Dukungan dari sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi faktor penting agar potensi anak-anak madrasah dapat terus berkembang. Keterbatasan fasilitas maupun status lembaga pendidikan seharusnya tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan kesempatan berprestasi.
Apresiasi terhadap prestasi siswa juga penting untuk membangun kepercayaan diri sejak usia dini. Ketika bakat seorang anak mendapatkan ruang untuk berkembang dan dihargai, hal itu dapat menjadi modal untuk terus meningkatkan kemampuan pada jenjang pendidikan berikutnya.
Prestasi Alisha menjadi contoh bahwa prestasi tidak mengenal label sekolah. Dengan kemauan, pembinaan, kesempatan, dan dukungan yang berkelanjutan, siswa madrasah swasta mampu berdiri sejajar dan membawa nama baik daerah.
MIS Namiatusibyan berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di Kabupaten Garut untuk terus belajar, berani tampil, mengasah bakat, dan tidak takut mengikuti berbagai kompetisi.
Dari sebuah madrasah di Kampung Harempoy, Bayongbong, prestasi Alisha membawa pesan sederhana: anak-anak Garut memiliki potensi besar untuk berprestasi, dan potensi itu membutuhkan ruang untuk tumbuh serta dukungan untuk berkembang.
