0-3840x1728-0-0#
Ruangrakyatgarut.id 02 Agustus 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Garut terus memperkuat mesin partai melalui konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029. Selain memperkuat struktur kepengurusan, partai berlambang banteng moncong putih itu juga menyiapkan berbagai program kerakyatan sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat dan meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Garut.
Penguatan organisasi tersebut ditandai dengan pengukuhan pengurus tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting yang dihadiri jajaran pengurus partai, kader, serta Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Dony Maryadi Oekon, S.T.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Ilham Faturahman, menegaskan bahwa konsolidasi internal merupakan fondasi utama sebelum partai bergerak menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, seluruh tahapan pembentukan kepengurusan mulai dari musyawarah anak cabang, musyawarah ranting hingga proses pengukuhan telah berjalan sesuai rencana.
“Hari ini kita mengukuhkan sebanyak 426 pengurus tingkat kecamatan atau PAC dan 2.216 pengurus ranting. Insyaallah pada akhir Agustus nanti akan dilanjutkan dengan pengukuhan secara daring terhadap 4.426 pengurus anak ranting. Artinya, konsolidasi organisasi kita sudah terbentuk sampai tingkat RW,” ujar Ilham.
Dengan komposisi kepengurusan baru tersebut, Ilham optimistis mesin partai akan semakin solid dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia mengungkapkan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut telah menetapkan target realistis maupun target ambisius pada Pemilu Legislatif 2029.
“Target realistis kami adalah enam kursi DPRD agar seluruh daerah pemilihan terisi. Saat ini kita memiliki empat kursi. Sementara target ambisius kami adalah tujuh hingga delapan kursi. Tujuh kursi merupakan capaian terbaik PDI Perjuangan Garut pada Pemilu 1999. Semangat kami adalah mengembalikan kejayaan itu. Kalau bisa delapan kursi, itu berarti kepercayaan masyarakat kepada PDI Perjuangan semakin besar,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan perolehan kursi tidak akan dicapai hanya melalui aktivitas politik menjelang pemilu, melainkan dibangun melalui konsolidasi organisasi yang kuat dan kerja nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, DPC PDI Perjuangan Garut terus merumuskan berbagai program pro-rakyat sebagai bentuk kehadiran partai dalam menjawab persoalan daerah.
Salah satunya, pada momentum Hari Kartini, PDI Perjuangan menghimpun aspirasi dari tokoh dan organisasi perempuan yang kemudian melahirkan sembilan rekomendasi. Rekomendasi tersebut mencakup perlindungan perempuan dari kekerasan dan pelecehan, serta penguatan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Di sektor lingkungan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Garut juga mendorong lahirnya regulasi mengenai perlindungan mata air dan tata kelola sumber daya air sebagai langkah menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Garut merupakan daerah konservasi sekaligus hulu Sungai Cimanuk. Jangan sampai di masa depan kita mengalami krisis air seperti yang terjadi di beberapa daerah lain. Karena itu isu perlindungan mata air menjadi perhatian serius kami,” ungkap Ilham.
Selain itu, PDI Perjuangan Garut turut menyoroti tingginya angka perceraian yang dinilai berkaitan erat dengan persoalan ekonomi keluarga.
Sebagai solusi, partai mengusulkan program padat karya berbasis koperasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, melalui pelatihan menjahit, tata rias, pengolahan makanan, hingga berbagai usaha produktif yang hasilnya dapat diserap melalui belanja pemerintah.
“Persoalan ekonomi menjadi akar dari banyak masalah sosial. Karena itu kami mendorong kebijakan afirmatif agar koperasi menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga kesejahteraan keluarga bisa meningkat,” jelasnya.
Selain isu ekonomi, PDI Perjuangan juga terus memberikan perhatian terhadap sektor kesehatan dan pendidikan melalui berbagai gagasan kebijakan yang diperjuangkan bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Garut.
Ilham menambahkan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap partai.
“Kalau masyarakat percaya kepada kerja-kerja PDI Perjuangan, mudah-mudahan kepercayaan itu juga tercermin dalam peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2029,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Dony Maryadi Oekon, turut memotivasi kader dengan memperkenalkan sejumlah program kemasyarakatan, di antaranya bantuan mobil sampah, truk sampah, kendaraan roda tiga pengangkut sampah, penyediaan tangki air bersih sebagai antisipasi kekeringan akibat perubahan iklim, hingga pengembangan koperasi rakyat yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.
Melalui konsolidasi organisasi yang telah menjangkau hingga tingkat RW dan penguatan berbagai program kerakyatan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut menegaskan komitmennya membangun organisasi yang semakin solid serta mengembalikan kejayaan partai pada Pemilu 2029. Dengan target realistis enam kursi dan target ambisius tujuh hingga delapan kursi DPRD, PDI Perjuangan optimistis dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata yang berpihak kepada kepentingan rakyat. (Hil)
