Ruangrakyatgarut.id 1 September 2026 — Sektor keolahragaan di Kabupaten Garut terus menunjukkan geliat positif. Di bawah kepemimpinan Bupati Abdusy Syakur Amin sejak dilantik 20 Februari 2025, olahraga tidak lagi dipandang sekadar aktivitas fisik, melainkan jadi bagian penting pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Meski indikator Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) masih dalam proses pemetaan, arah kebijakan Pemkab Garut sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.
Olahraga Jadi Ruang Sosial & Penggerak Ekonomi
Pemerhati kebijakan publik Garut, Yadi Roqib Jabbar, menilai aktivitas olahraga masyarakat kini lebih dinamis dan inklusif.
“Seiring berjalannya kepemimpinan daerah, aktivitas keolahragaan menunjukkan tren positif. Kebijakan yang responsif ini tidak hanya memupuk gaya hidup sehat, tapi juga menghadirkan ruang perjumpaan sosial yang mempererat kebersamaan warga,” ujar Yadi, Selasa (1/9/2026).
Pendekatan merangkul juga terlihat dari banyaknya agenda olahraga dari tingkat desa hingga regional. Dampaknya langsung terasa ke ekonomi kerakyatan. UMKM lokal kebagian rezeki saat ada event olahraga di daerahnya.
Selaras dengan Program Pusat & Target Porprov 2030
Pemkab Garut juga menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat lewat sosialisasi Gerakan Masyarakat Aktif (GEMAR) Berolahraga bersama Kemenpora RI. Tujuannya menumbuhkan kesadaran hidup sehat di masyarakat.
Untuk jangka panjang, Garut juga bersiap diri sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2030. Hal ini jadi momentum untuk pembenahan sarana prasarana dan pembinaan atlet muda secara bertahap.
Dampak ke Kualitas Hidup
Ikhtiar di sektor olahraga dan kesehatan sejalan dengan peningkatan kualitas hidup warga. Tercatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut naik dari 69,91 menjadi 70,57 poin.
Kenaikan IPM ini menjadi gambaran bahwa kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Garut semakin membaik.
