Ruangrakyatgarut.id 03 Juni 2026 – Acara Pemilihan Kebudayaan Anak dan Remaja Jawa Barat 2026 sukses diselenggarakan pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2026. Kabupaten Garut dipercaya menjadi tuan rumah dalam ajang tahunan tersebut, dengan lokasi kegiatan bertempat di Hotel Cahaya Villa.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Para peserta merupakan perwakilan generasi muda yang memiliki minat dan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penampilan seni, pengenalan budaya daerah, hingga penilaian yang dilakukan oleh dewan juri yang kompeten di bidang kebudayaan.
Regional Director Kebudayaan Anak dan Remaja Jawa Barat, Ginanjar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus digelar sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
“Ajang ini adalah kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk melestarikan budaya yang ada di Jawa Barat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mempromosikan budaya daerahnya masing-masing,” ujar Ginanjar.
Ia juga menambahkan bahwa penyelenggaraan acara di Garut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan citra dan branding daerah, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional.
“Garut sebagai tuan rumah memiliki potensi budaya yang sangat kaya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal,” tambahnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar generasi muda dari berbagai daerah.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk panitia, pemerintah daerah, serta masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya, sehingga nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
