Ruangrakyatgarut.id 7 September 2026 — Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Garut, Fazha Moch Nazhar Nazhrullah atau yang akrab disapa Bung Faza, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Bung Kalamullah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Kabupaten Garut Periode 2026–2031.
Bung Faza berharap kepemimpinan Bung Kalamullah dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merawat persatuan alumni, sekaligus mempertegas kembali peran PA GMNI Garut sebagai bagian dari kekuatan intelektual dan moral yang senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurut Faza, terpilihnya Bung Kalamullah bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan sebuah amanah perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
«“Terpilihnya Bung Kalamullah bukan sekadar sebuah mandat organisasi, melainkan sebuah amanah perjuangan untuk menjaga api ideologi, merawat persatuan, dan memastikan bahwa alumni GMNI tetap hadir sebagai kekuatan intelektual sekaligus kekuatan moral yang berpihak kepada rakyat,” ujar Faza.»
Dorong Konsolidasi dan Perkuat Perjuangan Kerakyatan
Faza menilai tantangan sosial dan kebangsaan yang dihadapi masyarakat saat ini masih cukup kompleks. Persoalan ketimpangan, kemiskinan, ketidakadilan, serta berbagai kebijakan yang belum sepenuhnya memberikan dampak bagi masyarakat kecil menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Dalam situasi tersebut, menurut Faza, keberadaan PA GMNI Garut memiliki posisi strategis untuk ikut memberikan gagasan, kritik, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa semangat Marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai romantisme sejarah ataupun sekadar hafalan ideologi.
Marhaenisme, kata dia, harus diwujudkan melalui keberanian berpikir, keberanian bersikap, dan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.
«“Marhaenisme harus menjelma menjadi sikap politik, keberanian intelektual, dan keberpihakan nyata kepada kaum Marhaen,” tegasnya.»
Karena itu, Faza mendorong PA GMNI Garut di bawah kepemimpinan Bung Kalamullah untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat.
PA GMNI Diharapkan Jadi Rumah Besar Perjuangan Alumni
Faza berharap PA GMNI Garut dapat berkembang menjadi rumah besar bagi seluruh alumni GMNI, tanpa kehilangan akar ideologi dan semangat perjuangan yang menjadi identitas organisasi.
Menurutnya, organisasi alumni tidak semestinya hanya menjadi ruang silaturahmi dan menjaga hubungan antargenerasi, tetapi juga harus mampu menjadi wadah untuk melahirkan gagasan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.
«“Harapannya, PA GMNI Garut tidak hanya sibuk merawat nostalgia masa lalu, tetapi berani membaca zaman, mengkritik kekuasaan ketika menyimpang, menawarkan gagasan ketika rakyat membutuhkan arah, serta berdiri tegak bersama mereka yang selama ini dipinggirkan oleh pembangunan,” ungkap Faza.»
Ia juga berharap para alumni dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan ruang pengabdiannya masing-masing, baik dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, pemerintahan, politik, maupun berbagai sektor kehidupan masyarakat lainnya.
Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, alumni GMNI diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Garut.
Alumni Bukan Akhir dari Perjuangan
Lebih lanjut, Faza mengingatkan bahwa menjadi alumni GMNI bukan berarti berakhirnya proses perjuangan.
Menurutnya, ketika seorang kader telah meninggalkan bangku perguruan tinggi, ruang pengabdiannya justru menjadi semakin luas. Nilai-nilai perjuangan yang diperoleh selama menjadi kader harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian nyata di tengah masyarakat.
«“Menjadi alumni GMNI bukan berarti perjuangan telah selesai. Justru ketika almamater telah ditinggalkan, medan juang menjadi semakin luas,” katanya.»
Faza meyakini bahwa perubahan generasi dan perkembangan zaman tidak boleh menggeser orientasi perjuangan organisasi.
«“Kader boleh berganti generasi, zaman boleh berubah, tetapi keberpihakan kepada rakyat tidak boleh kehilangan arah,” ujarnya.»
Atas dasar itu, ia berharap PA GMNI Garut dapat membangun hubungan yang semakin kuat dengan GMNI sebagai organisasi kader, sehingga terdapat kesinambungan antara alumni dan kader dalam menjalankan perjuangan kerakyatan.
Bangun Organisasi yang Progresif, Kritis dan Berintegritas
Bung Faza juga berharap kepemimpinan Bung Kalamullah mampu membawa PA GMNI Garut menjadi organisasi yang progresif, kritis, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta tetap menjunjung tinggi integritas.
Menurutnya, sikap kritis harus tetap dibangun dengan argumentasi, gagasan, dan solusi. Kritik terhadap kebijakan publik harus diarahkan untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
Dengan demikian, PA GMNI Garut tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
«“Semoga Bung Kalamullah mampu membawa PA GMNI Garut menjadi organisasi yang progresif, kritis, berintegritas, dan mampu menjembatani kekuatan alumni dengan perjuangan kader hari ini,” tutur Faza.»
Lanjutkan Perjuangan, Rawat Persatuan
Di akhir pernyataannya, Ketua GMNI Garut tersebut kembali menyampaikan ucapan selamat kepada Bung Kalamullah atas amanah yang telah diterima.
Ia berharap kepemimpinan baru PA GMNI Garut dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, memperkokoh konsolidasi, serta menghidupkan nilai-nilai Marhaenisme melalui tindakan nyata.
«“Selamat mengemban amanah, Bung Kalamullah. Lanjutkan perjuangan. Rawat persatuan. Tegakkan keadilan. Hidupkan Marhaenisme dalam tindakan.”»
Bung Faza menutup pesannya dengan menegaskan bahwa semangat perjuangan GMNI harus terus hidup dan relevan dengan tantangan zaman.
«“Marhaenisme bukan sekadar kata—ia adalah keberpihakan. GMNI bukan sekadar organisasi—ia adalah jalan perjuangan.”»
Merdeka!
