0-3840x1728-0-0#
Ruangrakyatgarut.id 6 September 2026 — Konferensi Cabang (Konfercab) III Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Garut berlangsung lancar dan demokratis. Kegiatan yang digelar di Sabda Alam Garut tersebut dihadiri langsung jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PA GMNI serta para alumni GMNI Kabupaten Garut.
Forum organisasi tersebut menetapkan Bung Kalamullah Apandi sebagai ketua terpilih PA GMNI Kabupaten Garut untuk periode 2026–2031.
Terpilihnya Kalamullah diharapkan menjadi momentum baru bagi konsolidasi dan pembenahan organisasi alumni GMNI di Kabupaten Garut. Sejumlah agenda strategis pun disiapkan, mulai dari penguatan konsolidasi alumni, digitalisasi database, hingga peningkatan peran organisasi dalam advokasi sosial dan pembangunan daerah.
Usai menerima mandat, Kalamullah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Konfercab III PA GMNI Kabupaten Garut.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini sudah terselenggara Konfercab ketiga PA GMNI Garut dan berjalan dengan lancar. Para peserta Konfercab memberikan mandat kepada saya untuk memimpin PA GMNI Garut selama lima tahun ke depan,” ujar Kalamullah kepada awak media.
Prioritaskan Digitalisasi Database Alumni
Salah satu program yang menjadi perhatian utama kepengurusan baru adalah penataan dan digitalisasi database alumni GMNI.
Menurut Kalamullah, pendataan yang rapi menjadi kebutuhan penting agar organisasi memiliki gambaran yang jelas mengenai keberadaan, aktivitas, serta potensi para alumni yang tersebar di berbagai bidang.
“Kita ingin dilakukan digitalisasi, database alumni GMNI itu berjalan secara terdata dan rapi. Karena itu juga menuntut kita untuk mengetahui alumni GMNI ini berada di mana saja, kegiatannya apa, dan mungkin ke depan kita juga akan mengetahui ruang-ruang distribusinya ke mana,” jelasnya.
Dengan database yang lebih terstruktur, PA GMNI diharapkan mampu memperkuat komunikasi antarsesama alumni sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki alumni untuk berkontribusi dalam berbagai bidang.
Perkuat Peran dalam Pembangunan dan Advokasi Sosial
Kalamullah menegaskan, PA GMNI Kabupaten Garut tidak hanya akan berfokus pada penguatan internal organisasi. Alumni GMNI juga diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam memberikan gagasan dan masukan terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Kita juga ingin punya peran dalam hal memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait pembangunan dan hal lainnya,” katanya.
Selain pembangunan, kepengurusan baru juga akan memperkuat kiprah PA GMNI di bidang sosial. Organisasi akan berupaya melihat berbagai persoalan yang terjadi di ruang publik dan mengambil peran dalam melakukan advokasi sesuai dengan kapasitas organisasi.
“Dalam bidang-bidang sosial tentu kita juga akan aktif melihat ruang-ruang publik yang harus kita advokasi,” tuturnya.
Terkait agenda politik, Kalamullah menempatkan PA GMNI sebagai organisasi alumni yang memiliki ruang untuk memberikan kontribusi pemikiran dalam kehidupan kebangsaan maupun pembangunan daerah. Namun, fokus awal kepengurusan diarahkan pada konsolidasi internal, pendataan alumni, serta penguatan peran sosial dan strategis organisasi.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa PA GMNI Kabupaten Garut menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya ke depan alumni GMNI bisa lebih baik,” pungkas Kalamullah.
Dedi Hasan: Konfercab Merupakan Penantian Panjang
Sementara itu, demisioner PA GMNI Kabupaten Garut, Dedi Hasan Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Konfercab III yang menurutnya menjadi penantian panjang bagi keluarga besar PA GMNI Kabupaten Garut.
Dedi juga mengapresiasi jajaran DPD PA GMNI yang hadir dan turut mendukung pelaksanaan konfercab tersebut, termasuk Mas Ruli yang terlibat langsung dalam proses penyelenggaraan.
“Ini tentunya penantian panjang. Alhamdulillah dengan DPD yang sekarang, termasuk Mas Ruli, bisa memimpin langsung penyelenggaraan Konfercab PA GMNI,” ujar Dedi.
Ia turut menyampaikan ucapan selamat kepada Bung Kalamullah Apandi yang berhasil memperoleh mandat mayoritas peserta melalui proses pemilihan secara demokratis.
“Selamat kepada Bung Kalam yang telah melalui proses pemilihan secara demokratis dan memang dimandatkan secara mayoritas oleh peserta musyawarah. Dipilih secara langsung dan alhamdulillah Bung Kalam keluar sebagai pemenang suara terbanyak,” katanya.
Dengan berakhirnya proses pemilihan, Dedi berharap ketua terpilih segera menyusun struktur kepengurusan sekaligus merumuskan program kerja yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang.
“Saya hanya berpesan kepada Bung Kalam, segera melakukan penyusunan struktur komposisi untuk selanjutnya menyusun program-program kerja selama lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Pengurus PA GMNI Diminta Melek Teknologi
Dedi juga menekankan pentingnya kemampuan pengurus PA GMNI dalam mengikuti perkembangan teknologi.
Menurutnya, energi generasi muda yang berada di dalam organisasi harus dibarengi dengan kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari penguatan komunikasi, pengorganisasian, dan gerakan organisasi.
“Kita sangat berharap karena anak-anak muda ini enerjik. Boleh saja disampaikan harus melek teknologi. Bung-bung di PA harus melek teknologi,” tegasnya.
Ia berharap seluruh alumni dari berbagai angkatan dapat ikut membangun organisasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan ruang-ruang publik secara positif.
Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni dan jajaran DPD PA GMNI yang telah memberikan perhatian serta dukungan terhadap pelaksanaan Konfercab III PA GMNI Kabupaten Garut.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada jajaran DPD PA GMNI, termasuk Mas Ruli, Mas Pamri Hadi, serta Ibu Ine selaku Ketua DPD, atas waktu dan perhatian yang diberikan dalam penyelenggaraan konfercab.
“Yang Menang adalah PA GMNI Kabupaten Garut”
Pesan paling kuat disampaikan Dedi setelah proses pemilihan ketua berakhir. Ia meminta agar tidak ada lagi sekat antara pihak yang menang maupun kalah.
Menurutnya, kontestasi dalam konfercab hanyalah bagian dari proses demokrasi organisasi dan harus diakhiri setelah keputusan ditetapkan.
“Struktur komposisi kepengurusan tidak lagi bicara menang dan kalah. Semua perlu kebersamaan, perlu kekompakan, perlu soliditas,” ujarnya.
Dedi menegaskan, seluruh alumni harus kembali bersatu dan memberikan dukungan terhadap kepemimpinan baru demi kemajuan organisasi.
“Pemilihan sudah selesai. Tidak usah bicara yang kalah dan yang menang. Yang menang adalah PA GMNI Kabupaten Garut untuk semuanya,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinan PA GMNI Kabupaten Garut periode 2026–2031 diharapkan bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan kembali seluruh kekuatan alumni.
Dengan berakhirnya Konfercab III, pekerjaan rumah PA GMNI Garut ke depan bukan lagi soal memenangkan kontestasi. Tantangan berikutnya adalah membangun organisasi yang solid, kompak, adaptif terhadap teknologi, memiliki database alumni yang tertata secara digital, serta mampu memberikan kontribusi nyata melalui advokasi sosial dan pembangunan Kabupaten Garut.
