Oplus_131072
Ruangrakyatgarut.id 02 juli 2026 – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut kian mengerucut. Di tengah menguatnya kontestasi internal, kader muda mulai bersuara tegas. Mereka menilai Aris Munandar sebagai opsi paling realistis untuk memimpin DPD Golkar Garut ke depan.
Kader muda Golkar, Rizal Mardiansyah, menyebut bahwa pertarungan menuju kursi ketua tidak boleh lagi sekadar diwarnai popularitas atau manuver elit semata. Menurutnya, Golkar membutuhkan figur dengan rekam jejak nyata, bukan sekadar pencitraan.
“Kalau ingin Golkar Garut kembali kuat, pilih pemimpin yang sudah teruji. Aris Munandar punya legitimasi politik dan pengalaman, bukan figur coba-coba,” tegas Rizal, Kamis (2/7/2026).
Ia menilai, kondisi internal Golkar saat ini menuntut kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan kekuatan partai secara cepat dan efektif. Dalam situasi tersebut, Aris dinilai memiliki keunggulan dibanding figur lain karena telah teruji dalam dinamika politik daerah.
Rizal juga mengingatkan bahwa Musda bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan, melainkan momentum menentukan arah masa depan partai. Karena itu, ia menolak jika proses pemilihan hanya didorong oleh kepentingan jangka pendek atau kelompok tertentu.
“Jangan sampai Musda hanya jadi arena kompromi elit. Kader di bawah ingin pemimpin yang bekerja, bukan yang sekadar kuat di lobi,” katanya.
Menurutnya, Aris Munandar merepresentasikan kombinasi kekuatan struktural dan kedekatan dengan akar rumput. Hal ini menjadi faktor penting dalam mengembalikan soliditas partai yang sempat terfragmentasi.
Dukungan dari kader muda, lanjut Rizal, merupakan sinyal bahwa basis internal Golkar menginginkan perubahan yang terukur, bukan eksperimen politik. Ia menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan harus tetap berpijak pada kapasitas dan rekam jejak.
Sejumlah sumber internal menyebutkan, dukungan terhadap Aris Munandar terus menguat di tingkat pengurus kecamatan hingga akar rumput. Peta kekuatan ini dinilai menjadi indikator bahwa kontestasi mulai mengarah pada figur dengan basis dukungan paling solid.
Pengamat politik menilai, jika konsolidasi ini terus berlanjut, peluang Aris Munandar untuk memimpin DPD Golkar Garut akan sulit dibendung. Namun demikian, dinamika politik internal masih sangat terbuka dan berpotensi menghadirkan kejutan.
Musda Golkar Garut kini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi telah berubah menjadi pertarungan arah politik: antara kepemimpinan berbasis rekam jejak atau sekadar kompromi kekuatan elit.
