Ruangrakyatgarut.id 31 Juli 2026 – Di tengah semangat belajar yang seharusnya dipenuhi tawa dan cita-cita, pemandangan memilukan justru terjadi di SD Negeri 1 Margamulya, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. Setiap hari, guru bersama para siswa terpaksa memanggul jeriken dan ember demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sekolah.
Bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi rutinitas yang harus mereka jalani selama musim kemarau melanda. Anak-anak yang semestinya fokus belajar kini harus menghabiskan tenaga mengangkut air agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
Guru SDN 1 Margamulya, Heri Herdiana, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi perjuangan harian bagi seluruh warga sekolah.
“Setiap musim kemarau kami bersama anak-anak harus bergotong royong mengambil air untuk kebutuhan sekolah. Tanpa air, aktivitas belajar mengajar menjadi sangat terganggu,” ujarnya.
Air yang mereka angkut digunakan untuk kebutuhan paling mendasar, mulai dari mencuci tangan, membersihkan ruang kelas, hingga keperluan toilet. Ironisnya, di era pembangunan yang terus digaungkan, masih ada sekolah yang harus berjuang hanya untuk mendapatkan setetes air bersih.
Kondisi ini menjadi potret nyata bahwa akses terhadap air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Padahal, air merupakan kebutuhan pokok yang menentukan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas pendidikan anak-anak.
Melalui pemberitaan ini, keluarga besar SDN 1 Margamulya berharap ada perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan, Kementerian PUPR, BPBD, PDAM, para dermawan, perusahaan melalui program CSR, hingga komunitas sosial agar dapat membantu penyediaan sarana air bersih, seperti pembangunan sumur bor, tandon air, jaringan perpipaan, maupun bantuan air bersih secara berkala.
Jangan biarkan anak-anak Garut memikul jeriken setiap hari hanya untuk bisa belajar dengan layak. Pendidikan yang berkualitas dimulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar, dan air bersih adalah hak setiap anak Indonesia.
Semoga suara kecil dari pelosok Cisompet ini mampu mengetuk hati para pemangku kebijakan dan para donatur. Karena bagi mereka, setetes air hari ini adalah harapan besar untuk masa depan.
