Ruangrakyatgarut.id 12 juli 2026 – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Garut yang mempertemukan dua figur sentral, yakni Bupati Garut dan Ketua DPRD Kabupaten Garut sebagai calon ketua, mendapat perhatian dari berbagai kalangan kader partai.
Salah satunya datang dari Riki Gana S, Alumni Golkar Institute Angkatan IX sekaligus kader Partai Golkar asal Garut. Dalam pernyataan sikapnya, Riki menilai kontestasi tersebut menunjukkan bahwa Partai Golkar masih menjadi kekuatan politik utama di Kabupaten Garut.
Menurutnya, tingginya antusiasme menjelang Musda merupakan indikator bahwa Golkar tetap memiliki daya tarik dan posisi strategis dalam konstelasi politik daerah. Namun demikian, ia mengingatkan agar dinamika internal tidak bergeser menjadi konflik yang justru melemahkan organisasi.
“Kontestasi ini harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan partai dan kepentingan masyarakat. Golkar bukan hanya institusi politik, tetapi juga salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas politik daerah serta mendorong percepatan pembangunan,” ujarnya.
Riki menilai tantangan pembangunan dan kondisi ekonomi Kabupaten Garut yang masih kompleks membutuhkan organisasi politik yang solid. Karena itu, ia berpandangan bahwa perpecahan internal akibat persaingan kepemimpinan berpotensi mengurangi kapasitas partai dalam menjalankan fungsi konsolidasi sekaligus mendukung pemerintahan daerah.
Atas dasar itu, ia mendorong agar proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut mengedepankan mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat. Menurutnya, aklamasi merupakan salah satu jalan konstitusional yang dapat ditempuh apabila seluruh pihak mampu membangun kesepahaman demi menjaga persatuan partai.
Selain itu, Riki juga menyoroti pentingnya pembagian peran antara jabatan pemerintahan dan kepemimpinan partai. Ia berpandangan bahwa seorang bupati memiliki tanggung jawab konstitusional yang besar dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan publik sehingga fokus terhadap tugas tersebut perlu menjadi prioritas.
Sementara itu, tugas mengelola organisasi, melakukan konsolidasi kader, serta memperkuat struktur kepartaian dinilai dapat diemban oleh kader lain yang memiliki kapasitas serta waktu penuh untuk membangun kelembagaan partai.
Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat integritas Partai Golkar Kabupaten Garut, menjaga soliditas internal, sekaligus memastikan partai tetap menjadi kekuatan politik yang kondusif dan konstruktif dalam mendukung jalannya pemerintahan serta pembangunan daerah.
Menutup pernyataannya, Riki menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus tetap menjadi orientasi utama dalam setiap dinamika politik.
“Kepentingan partai tidak boleh ditempatkan di atas kepentingan rakyat, dan kepentingan individu tidak boleh ditempatkan di atas kepentingan partai,” tegasnya.
