Ruangrakyatgarut.id 09 juli 2026 – Upaya membangkitkan kembali kejayaan industri kulit di kawasan Sukaregang terus didorong secara serius. Ketua Pemuda Tani Garut, H. Rian Muhamad, menegaskan pentingnya membangun ekosistem industri yang terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan melalui sinergitas lintas sektor.
Menurutnya, Sukaregang bukan sekadar sentra produksi kulit, melainkan representasi kekuatan ekonomi lokal yang memiliki nilai historis dan strategis bagi Kabupaten Garut. Karena itu, kolaborasi antara pelaku industri, petani, pemerintah daerah, hingga generasi muda menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan industri yang sehat dan produktif.
“Sinergitas adalah fondasi utama. Tanpa kebersamaan dan arah yang sama, potensi besar Sukaregang hanya akan menjadi wacana tanpa hasil nyata,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa peran Pemuda Tani tidak boleh dibatasi hanya pada sektor pertanian semata. Lebih dari itu, Pemuda Tani harus mampu menjadi penghubung antara sektor hulu dan hilir, terutama dalam penyediaan bahan baku industri kulit, sekaligus mendorong inovasi berbasis keberlanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan tercipta rantai pasok yang kuat, efisien, dan saling menguntungkan, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk kulit Sukaregang di pasar nasional maupun global.
Selain aspek ekonomi, perhatian terhadap lingkungan juga menjadi sorotan utama. Pengelolaan limbah industri kulit harus dilakukan secara serius dan terintegrasi, agar aktivitas industri tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
“Industri tidak boleh berjalan dengan mengorbankan lingkungan. Justru keberlanjutan harus menjadi bagian dari identitas Sukaregang ke depan,” tambahnya.
H. Rian Muhamad juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan ego sektoral dan mulai membangun komunikasi yang terbuka, produktif, serta berorientasi pada solusi. Ia meyakini, dengan semangat gotong royong dan visi bersama, Sukaregang dapat kembali bangkit sebagai pusat industri kulit unggulan.
Dengan komitmen tersebut, sinergitas antara pemuda, petani, pelaku usaha, dan pemerintah diharapkan mampu melahirkan perubahan konkret, sekaligus memperkuat posisi Garut sebagai salah satu pusat industri kulit terkemuka di Indonesia.
