Ruangrakyatgarut.id 23 Mei 2026 – Nama itu bukan sekadar rangkaian kata. Eldy Pratama Kawani Persibku adalah kisah tentang cinta, doa, dan harapan yang ditanam sejak awal kehidupan.
Eldy merupakan seorang santri di Pondok Pesantren Asyukandary, Tasikmalaya, yang kini menetap di Garut. Sejak kecil, ia tumbuh dengan identitas yang begitu lekat dengan Persib Bandung, klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Nama “Kawani Persibku” yang melekat padanya bukan sekadar tambahan, melainkan simbol kuat kecintaan sang ayah, Edi Supriadi, terhadap Maung Bandung. Nama itu menjadi penanda bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga mereka.
Kisah tersebut bermula pada tahun 2009. Saat itu, sang ayah tengah berada di Stadion Siliwangi untuk menyaksikan langsung pertandingan Persib. Di waktu yang hampir bersamaan, Eldy lahir ke dunia.
Momen langka itu kemudian diabadikan dalam sebuah nama yang unik dan penuh makna. Nama tersebut bukan hanya identitas, tetapi juga doa dan harapan yang akan terus melekat sepanjang hidupnya.
Seiring berjalannya waktu, Eldy tumbuh sebagai santri dengan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Kehidupan pesantren membentuk karakter, kedisiplinan, serta cara pandangnya terhadap masa depan.
Meski demikian, semangat Persib tetap mengalir dalam dirinya. Dukungan terhadap tim kebanggaan Jawa Barat itu menjadi bagian dari keseharian, sekaligus pengingat akan kisah kelahirannya.
Kini, saat Persib kembali menorehkan sejarah dengan meraih hattrick juara, kebahagiaan itu terasa lebih dalam bagi Eldy. Kemenangan ini bukan hanya tentang sepak bola, melainkan juga tentang perjalanan waktu dan makna sebuah nama.
Di tengah euforia bobotoh yang merayakan kemenangan di berbagai daerah, Eldy merasakan kebanggaan tersendiri.
Nama yang ia sandang sejak lahir seolah ikut bersorak, menyatu dalam momen bersejarah tersebut.
Bagi Eldy Pratama Kawani Persibku, Persib bukan hanya sebuah klub. Ia adalah identitas, kenangan, dan bagian dari perjalanan hidup yang akan terus ia jaga hingga masa depan. 💙
