Ruangrakyatgarut.id 1 Oktober 2026 – SMK Pasundan yang berlokasi di Desa Campaka, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, mendapat kucuran bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp823 juta.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 1 lokal dan rehabilitasi 4 ruang kelas lama demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMK Pasundan Malangbong, Lutfi Lintang Karahinan mengatakan, proses pembangunan dikerjakan langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) atau Komite Sekolah.
“Pembangunam sekolah SMK Pasundan itu dipekerjakan oleh P2SP panitia pembangunan satuan pendidikan atau komite. Pekerjaan ini 120 hari dari bulan Juli sampai bulan Oktober,” kata Lutfi saat ditemui.
Lutfi menegaskan bahwa pihaknya menjunjung tinggi keterbukaan informasi. Menurutnya, tidak ada satu pun yang ditutup-tutupi dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari uang negara tersebut.
“Saya dengan adanya bantuan revitalisasi yang sumbernya dari APBN saya sangat terbuka kepada siapapun, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Ia pun mensyukuri bantuan yang datang pada tahun 2026 ini, karena sebelumnya SMK Pasundan mengalami kekurangan ruang kelas.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini SMK Pasundan mendapatkan bantuan revitalisasi karena kalau dulu kekurangan ruang kelas tapi sekarang dengan adanya bantuan ini siswa-siswi SMK Pasundan lebih nyaman. Kalau murid di SMK Pasundan ini sebanyak 168 siswa,” ungkapnya.
Guna menjamin transparansi, Lutfi menyebut pembangunan juga didampingi dan dipantau langsung oleh TNI dari Koramil Malangbong.
“Intinya saya dan P2SP komite sekolah dengan adanya bantuan ini saya sangat terbuka dan pembangunan ini juga didampingi oleh TNI dari Koramil Malangbong yakni Babinsa Desa Campaka karena posisi sekolah ada di wilayah Desa Campaka Kecamatan Malangbong Garut,” ujarnya.
Terkait isu miring yang menyebut pihak sekolah sulit ditemui, Lutfi memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan tidak pernah mangkir atau mengelabui tamu yang datang, baik masyarakat maupun wartawan.
“Lutfi juga mengatakan dengan adanya proyek pembangunan di SMK Pasundan tidak pernah mangkir dan tidak pernah mengelabui yang datang ke sekolah mau itu masyarakat mau itu wartawan yang pasti pembangunan ini tidak ditutup-tutupi. Siapa pun yang datang ke sekolah di kala saya ada ya saya hargai tetapi kan kepala sekolah suka ada kesibukan ada rapat bersama para kepala sekolah lainnya. Jadi tidak mangkir atau membohongi kepada siapapun,” jelasnya.
Bahkan, kata Lutfi, Babinsa dan Kepala Desa setempat rutin turun ke lapangan untuk mengecek progres pekerjaan.
“Dan pembangunan ini didampingi oleh Babinsa Desa Campaka, Pak Babinsa suka mengecek pekerjaan di sini jadi apa yang mau ditutupi. Pak Kades juga suka mengecek memantau pembangunan ini jadi intinya tidak ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.
