Ruangrakyatgarut.id 09 juli 2026 – Peta kekuatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Garut kian mengerucut. Aris Munandar disebut telah mengunci dukungan mayoritas, dengan 35 Pimpinan Kecamatan (PK) menyatakan sikap secara terbuka.
Gelombang dukungan tersebut tidak datang secara sporadis, melainkan melalui proses konsolidasi yang berlangsung secara bertahap di internal partai. Dukungan dari struktur paling bawah hingga tingkat kecamatan menunjukkan adanya kesamaan arah dalam menentukan kepemimpinan ke depan.
Tak hanya dari PK, dukungan juga mengalir dari sejumlah organisasi masyarakat pendiri dan yang didirikan Partai Golkar. Hal ini memperkuat posisi Aris Munandar sebagai figur yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen partai.
Restu dari Dewan Pertimbangan semakin mempertegas konfigurasi dukungan yang telah terbentuk. Dengan adanya legitimasi moral dari para senior partai, arah dukungan dinilai semakin solid dan sulit terbendung.
Koordinator PK Golkar, Kang Darda, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif antarstruktur partai. Ia menyebut mayoritas PK telah memiliki kesepahaman untuk mendorong satu nama sebagai calon kuat.
“Ini bukan keputusan yang lahir secara instan. Ini hasil dari komunikasi panjang dan pertimbangan matang di tingkat PK. Kami ingin Golkar Garut dipimpin oleh figur yang mampu menyatukan dan menggerakkan,” ujar Kang Darda.
Menurutnya, kondisi internal partai saat ini membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga mampu menjaga soliditas organisasi dalam menghadapi dinamika ke depan.
Sementara itu, Aris Munandar menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanat sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut. Ia menegaskan bahwa dukungan yang diberikan harus dimaknai sebagai tanggung jawab besar.
“Dukungan ini adalah amanah. Harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika,” tegasnya.
Dengan konfigurasi dukungan yang telah mengunci, dinamika Musda Golkar Garut dipastikan tidak lagi berada pada ruang spekulatif. Momentum ini sekaligus menjadi penentu arah konsolidasi partai dalam menghadapi agenda politik yang semakin kompetitif.
