Ruangralyatgarut.id 13 Agustus 2026 — Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Garut mulai mematangkan langkah menuju Musyawarah Cabang (Muscab). Mengusung semangat “Bersatu, Berkarya, Bermanfaat”, persiapan Muscab diarahkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan peran organisasi dalam mendukung kemajuan dunia jasa konstruksi di Kabupaten Garut.
Rangkaian Road to Muscab BPC Gapensi Garut menjadi ruang bagi jajaran organisasi untuk melakukan koordinasi, evaluasi, serta mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis dan organisatoris menjelang pelaksanaan Muscab.
Ketua Organizing Committee (OC) Muscab BPC Gapensi Garut, Oky Caresa Ginanjar, menegaskan bahwa Muscab tidak semata-mata dipandang sebagai agenda pergantian kepengurusan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan menentukan arah organisasi ke depan.
“Muscab ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun komunikasi, dan bersama-sama mendorong kemajuan dunia jasa konstruksi di Kabupaten Garut. Kami ingin seluruh proses berjalan dengan baik, demokratis, dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa Gapensi semakin maju,” ujar Oky.
Menurut Oky, proses menuju Muscab membutuhkan kesiapan bersama, baik dari sisi organisasi maupun komunikasi dengan jajaran Gapensi di tingkat yang lebih tinggi. Karena itu, koordinasi terus dilakukan agar seluruh tahapan Muscab dapat berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Dalam rangka mematangkan persiapan tersebut, BPC Gapensi Garut juga merencanakan rapat dan koordinasi dengan BPC Gapensi Jawa Barat. Pertemuan tersebut akan menjadi bagian dari konsolidasi untuk membahas berbagai hal terkait pelaksanaan Muscab Gapensi Garut.
Agenda rapat dan koordinasi tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperjelas tahapan, kesiapan, serta berbagai aspek organisatoris yang diperlukan menuju pelaksanaan Muscab.
Oky menambahkan, soliditas anggota menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga selama proses menuju Muscab. Perbedaan pandangan maupun pilihan dalam proses organisasi, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.
“Kami berharap seluruh anggota dapat bersama-sama menjaga suasana yang kondusif. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses demokrasi organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana setelah Muscab kita kembali bersatu dan bekerja bersama untuk membesarkan Gapensi Garut,” katanya.
Lebih jauh, Muscab diharapkan tidak berhenti pada proses pemilihan kepengurusan baru. Forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan anggota dan tantangan dunia jasa konstruksi.
Keberadaan Gapensi dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat profesionalisme badan usaha jasa konstruksi, meningkatkan kapasitas para pelaku usaha, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing.
Karena itu, semangat “Bersatu, Berkarya, Bermanfaat” diharapkan menjadi pijakan bersama dalam membawa Gapensi Garut memasuki periode organisasi berikutnya.
Road to Muscab pun bukan sekadar tahapan menuju sebuah forum organisasi, melainkan proses konsolidasi untuk memastikan Muscab mampu melahirkan arah baru, kepemimpinan yang solid, serta program kerja yang memberikan manfaat bagi anggota dan turut mendukung pembangunan Kabupaten Garut. (Hil)
