Ruangrakyatgarut.id 29 September 2026 — Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, turun langsung meninjau rumah ambruk milik Ibu Tati di Kampung Seni, RT 02 RW 04. Kunjungan tersebut sekaligus menyoroti lambannya respons pemerintah daerah terhadap persoalan hunian darurat warga.
Peristiwa ambruknya rumah terjadi pada Minggu saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi bangunan yang sudah lapuk tidak mampu menahan beban, hingga sebagian dapur rumah milik Ibu Tati roboh.
Dalam peninjauan itu, Yudha didampingi perwakilan Kelurahan Jayawaras Yoyo, Ketua RT setempat Sandra, serta tokoh masyarakat Haji Iwan HEW. Kunjungan dilakukan setelah adanya laporan dari Eldy Supriadi, pimpinan RuangRakyatGarut.id, terkait kondisi darurat yang dialami warga.
Kejadian ini kembali membuka fakta bahwa persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Garut masih jauh dari kata tuntas. Di tengah berbagai slogan pembangunan, warga kecil masih berada dalam bayang-bayang ancaman kehilangan tempat tinggal.
Yudha menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami Ibu Tati. Ia menilai kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa, melainkan peringatan keras bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah harus hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi melalui sistem deteksi dini dan program yang benar-benar menyentuh masyarakat paling rentan. Ia menegaskan bahwa keterlambatan penanganan hanya akan memperpanjang penderitaan warga.
Dalam kesempatan itu, Yudha mendorong agar Pemkab Garut segera mengalokasikan bantuan darurat serta memastikan proses pembangunan kembali rumah tidak berlarut-larut. Ia meminta dinas terkait bergerak cepat dan tidak terjebak pada prosedur birokrasi yang menghambat.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi tanggung jawab negara terhadap warganya. Jangan sampai warga menunggu terlalu lama dalam kondisi tidak layak,” tegasnya.
Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak rumah warga dalam kondisi rawan namun belum tersentuh program bantuan. Hal ini memunculkan pertanyaan serius terkait akurasi data dan prioritas kebijakan pemerintah daerah.
Kasus rumah ambruk milik Ibu Tati menjadi cermin nyata bahwa pembangunan belum sepenuhnya menyentuh lapisan paling rentan. Desakan percepatan yang disampaikan Yudha menjadi ujian sejauh mana keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil benar-benar diwujudkan, bukan sekadar retorika.
