Ruangrakyatgarut.id 22 Juni 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Garut, , mendorong penguatan pelayanan publik berbasis kolaborasi melalui kegiatan donor darah yang digelar di Kelurahan Pataruman, Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan layanan kemanusiaan dan kesehatan yang lebih dekat kepada masyarakat.
Menurut Yudha, kegiatan donor darah tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda rutin, melainkan harus menjadi gerakan sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian antarwarga. Ia menilai kebutuhan darah di fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian bersama secara berkelanjutan.
“Ketersediaan darah merupakan kebutuhan penting yang harus terus dijaga. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, PMI, serta berbagai elemen masyarakat agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung di Pataruman ini tidak hanya menghadirkan layanan donor darah, tetapi juga berbagai pelayanan terpadu dari sejumlah instansi. Masyarakat dapat mengakses beberapa layanan publik dalam satu lokasi, sehingga proses pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Yudha menilai konsep pelayanan terpadu seperti ini merupakan langkah positif dalam mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Selain memberikan kemudahan akses, model tersebut juga memperkuat koordinasi antarinstansi dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan organisasi kemanusiaan yang bersama-sama mendukung terselenggaranya layanan sosial bagi masyarakat. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan warga.
Lebih lanjut, Yudha menegaskan bahwa semangat gotong royong harus terus ditumbuhkan, terutama dalam menghadapi kebutuhan darah yang bersifat mendesak dan tidak dapat diprediksi. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang bersedia mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam aksi donor darah menjadi indikator meningkatnya kesadaran sosial sekaligus bukti bahwa budaya saling membantu masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Yudha berharap dapat terbangun budaya pelayanan publik berbasis kolaborasi yang melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah, organisasi kemanusiaan, maupun masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat layanan, tetapi juga berperan aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan donor darah di Kelurahan Pataruman ini menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat layanan kemanusiaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
