Ruangrakyatgarut.id 20 Juli 2026 – Kontestasi Pemilihan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Institut Teknologi Garut (ITG) semakin dinamis dengan hadirnya berbagai gagasan yang ditawarkan para kandidat. Salah satunya datang dari pasangan calon nomor urut 02, Dzaki Rahman Fauzi sebagai calon Ketua BPM ITG dan Izul Muhamad Akbar sebagai calon Wakil Ketua, yang mengusung visi membangun BPM ITG sebagai lembaga legislatif mahasiswa yang transparan, responsif, berintegritas, serta mampu memperkuat sinergi organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Mengusung slogan “Berpikir, Bergerak, Berdampak”, pasangan ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga memperkuat fungsi BPM sebagai representasi aspirasi mahasiswa sekaligus lembaga legislatif yang profesional, independen, dan terpercaya.
Dalam pemaparannya, Dzaki Rahman Fauzi menyampaikan bahwa visi yang diusung bersama Izul Muhamad Akbar adalah “Mewujudkan BPM ITG sebagai badan legislatif yang transparan, responsif terhadap aspirasi, berintegritas dalam menjaga keharmonisan gerakan organisasi kemahasiswaan ITG yang kolaboratif, dan berdampak.”
Menurutnya, BPM memiliki peran strategis sebagai pengawal demokrasi kampus. Selain menyusun dan mengawasi regulasi organisasi kemahasiswaan, BPM juga harus mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan pihak kampus.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pasangan calon nomor urut 02 telah menyiapkan lima misi utama sebagai arah kepemimpinan apabila memperoleh mandat dari mahasiswa.
Misi pertama adalah membangun tata kelola BPM ITG yang transparan, akuntabel, dan profesional melalui keterbukaan informasi, penyampaian laporan kinerja secara berkala, serta proses pengambilan kebijakan yang mengedepankan kepentingan mahasiswa.
Misi berikutnya adalah mengoptimalkan fungsi representasi mahasiswa dengan menghimpun, mengawal, dan menindaklanjuti berbagai aspirasi secara cepat, objektif, dan berkelanjutan agar setiap suara mahasiswa benar-benar mendapat perhatian.
Di bidang legislasi dan pengawasan, Dzaki dan Izul berkomitmen memperkuat fungsi BPM dalam memastikan setiap kebijakan maupun program organisasi kemahasiswaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, menjunjung tinggi integritas, serta menerapkan prinsip tata kelola organisasi yang baik.
Kolaborasi juga menjadi salah satu fokus utama pasangan ini. Mereka ingin membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh organisasi kemahasiswaan di ITG guna menciptakan ekosistem organisasi yang produktif, saling mendukung, serta mampu melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.
Sebagai langkah jangka panjang, Dzaki Rahman Fauzi dan Izul Muhamad Akbar bertekad mendorong lahirnya budaya organisasi kemahasiswaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, partisipatif dalam setiap pengambilan keputusan, serta berorientasi pada kebermanfaatan melalui inovasi, kolaborasi, dan evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan.
Dalam materi kampanyenya, pasangan calon nomor urut 02 juga mengajak seluruh mahasiswa ITG untuk menentukan pilihan berdasarkan kualitas gagasan, integritas, dan komitmen kepemimpinan, bukan semata-mata popularitas kandidat.
Mereka menyampaikan pesan kampanye, “Karena setiap suara layak diperjuangkan, dan setiap gagasan layak diwujudkan. Inilah Dzaki Rahman Fauzi dan Izul Muhamad Akbar—Bersama Menata, Bersama Bergerak, Bersama Berdampak.”
Melalui semangat tersebut, Dzaki Rahman Fauzi dan Izul Muhamad Akbar berharap BPM ITG ke depan mampu menjadi lembaga legislatif mahasiswa yang benar-benar hadir sebagai representasi aspirasi mahasiswa, menjaga independensi organisasi, memperkuat budaya demokrasi kampus, serta memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan kehidupan kemahasiswaan di Institut Teknologi Garut.
Pemilihan BPM ITG diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh mahasiswa untuk menentukan pemimpin yang memiliki integritas, visi yang jelas, serta komitmen kuat dalam membangun organisasi kemahasiswaan yang lebih transparan, kolaboratif, dan berdampak bagi seluruh civitas akademika. (Hil)
