Ruangrakyatgarut.id 24 Juli 2026 – Agenda silaturahmi Majelis Wilayah (MW) KAHMI Jawa Barat yang digelar di Hotel Banyu Alam, Cipanas, Garut, diwarnai dengan dinamika politik internal alumni. Dalam forum tersebut, Majelis Daerah (MD) KAHMI Garut disebut menyatakan dukungan kepada Suprih Rozikin, SH.
Pernyataan dukungan itu muncul dalam rangkaian diskusi dan interaksi antar alumni yang hadir. Sejumlah peserta menyebut dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk aspirasi dari sebagian unsur MD KAHMI Garut.
“Memang ada penyampaian dukungan kepada Pak Suprih Rozikin dalam forum. Itu muncul sebagai aspirasi dari teman-teman MD Garut,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Menanggapi hal tersebut, Suprih Rozikin, SH mengaku siap maju apabila mendapat kepercayaan dari para alumni KAHMI Jawa Barat. Ia menyebut dukungan yang muncul menjadi energi tambahan menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil).
“Saya siap maju jika memang ada kepercayaan dan dukungan dari para alumni. InsyaAllah, dengan kebersamaan, kita bisa membawa KAHMI Jawa Barat lebih baik ke depan,” ujar Suprih saat diwawancarai.
Ia juga menegaskan visinya dalam membangun organisasi yang lebih mandiri dan berdampak bagi masyarakat.
“Berkiprah dan mandiri untuk Jawa Barat istimewa, bersama KAHMI kita wujudkan perubahan nyata bagi warga Jabar,” tambahnya.
Suprih menyebut momentum Muswil MW KAHMI Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Agustus mendatang akan menjadi ruang strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Namun demikian, pernyataan dukungan tersebut memunculkan beragam respons di internal. Salah satu unsur presidium MD KAHMI Garut menegaskan bahwa organisasi belum mengeluarkan keputusan formal terkait dukungan tersebut.
“Kami tegaskan, sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari MD KAHMI Garut. Kalau ada dukungan yang disampaikan, itu perlu dilihat sebagai pernyataan personal, bukan kelembagaan,” ujarnya.
Dari sisi panitia MW KAHMI Jawa Barat, kegiatan tersebut disebut murni sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi alumni.
“Tidak ada agenda deklarasi atau dukungan resmi. Forum ini lebih kepada mempererat komunikasi antar alumni,” kata salah satu panitia.
Secara struktural, MD KAHMI Garut dipimpin secara kolektif oleh presidium hasil Musyawarah Daerah (Musda) periode 2022–2027. Oleh karena itu, setiap sikap organisasi semestinya diputuskan melalui mekanisme bersama.
Munculnya isu dukungan dalam forum silaturahmi ini pun memunculkan catatan penting terkait netralitas dan etika organisasi alumni. MW KAHMI Jawa Barat diharapkan tetap menjaga marwah organisasi agar tidak terseret dalam dinamika politik praktis yang berpotensi menimbulkan perbedaan persepsi di internal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tertulis dari pihak terkait mengenai apakah dukungan tersebut akan menjadi sikap organisasi atau tetap sebagai dinamika internal semata.
