Ruangrakyatgarut.id 22 Juli 2026 – Yayasan As-Saefulloh melalui SMP As-Saefulloh terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah di Kabupaten Garut. Program tersebut difokuskan di Desa Situsari, Kecamatan Cisurupan, yang sebelumnya memiliki angka anak putus sekolah cukup tinggi.
Berdasarkan data tahun 2021, sebagian anak di Desa Situsari diketahui tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD). Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa bersama Yayasan As-Saefulloh untuk membangun sinergi agar seluruh anak tetap memperoleh hak atas pendidikan.
Kepala Desa Situsari, Asep Ridwan, S.H., mengatakan kehadiran Yayasan dan SMP As-Saefulloh telah membawa perubahan yang signifikan bagi dunia pendidikan di desanya.
“Sebelumnya angka anak yang berhenti di tingkat SD cukup tinggi. Namun alhamdulillah, sejak adanya Yayasan dan SMP As-Saefulloh, saat ini hampir tidak ada anak di desa kami yang putus sekolah. Kalaupun ada satu atau dua orang per angkatan yang terkendala, pihak yayasan dan desa terus melakukan pendekatan serta edukasi agar mereka mau kembali belajar,” ujar Asep Ridwan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan pihak yayasan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, sekaligus memberikan solusi bagi keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, Ketua Yayasan As-Saefulloh, Jajang Saepuloh, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memberikan motivasi kepada para siswa, tetapi juga menghadirkan bantuan nyata berupa program seragam sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang berisiko putus sekolah.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Kami di Yayasan As-Saefulloh berkomitmen untuk merangkul anak-anak yang memiliki kendala agar tetap bisa menuntaskan sekolahnya. Bantuan seragam gratis dan pendampingan ini adalah ikhtiar kami agar tidak ada lagi alasan anak berhenti belajar hanya karena keterbatasan biaya,” tegas Jajang Saepuloh.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, yayasan juga melakukan pendampingan dan pendekatan kepada orang tua serta siswa yang berpotensi putus sekolah agar mereka tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Upaya kolaboratif antara Yayasan As-Saefulloh dan Pemerintah Desa Situsari mendapat apresiasi dari masyarakat. Program tersebut dinilai mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas, sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah desa dalam menciptakan generasi muda yang lebih berdaya saing.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan. Dengan berbagai program pendampingan yang dijalankan, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di Desa Situsari yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun faktor sosial lainnya.
