Ruangrakyatgarut.id 01 September 2026 – Ketua Satkar Ulama Partai Golkar Kabupaten Garut, Gea Eka Sakti, menegaskan sikap politik organisasi dalam mendukung Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang resmi mendeklarasikan diri maju dalam pencalonan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut.
Menurut Gea, deklarasi tersebut bukan sekadar agenda politik biasa, melainkan bagian dari konsolidasi besar untuk memastikan Partai Golkar Garut tetap solid di tengah dinamika yang berkembang. Ia menilai momentum ini menjadi penguat arah organisasi dalam menghadapi kontestasi internal partai.
Tercatat, sebanyak 28 Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) telah menyatakan dukungan terhadap pencalonan tersebut. Selain itu, dua organisasi sayap partai yakni KPPG dan AMPG, serta lima Ormasmendi Golkar yaitu AMPI, Satkar Ulama, Al Hidayah, HWK, dan Kosgoro turut hadir dalam konsolidasi tersebut.
Gea menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan kekuatan riil dari arus bawah kader, bukan rekayasa politik. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa aspirasi internal partai berjalan secara organik di tingkat daerah.
“Ini bukan soal siapa yang maju, tapi bagaimana Golkar Garut tetap utuh, kuat, dan solid. Dukungan ini lahir dari arus bawah, bukan rekayasa,” tegas Gea Eka Sakti.
Ia juga menyampaikan bahwa pencalonan Syakur Amin tidak terlepas dari instruksi serta arahan konsolidasi dari pimpinan Partai Golkar di tingkat pusat. Hal ini dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur dan kesiapan partai menghadapi tantangan politik ke depan.
Gea menilai Partai Golkar membutuhkan figur dengan kapasitas, pengalaman, serta akseptabilitas yang kuat agar mampu menjaga stabilitas dan soliditas organisasi di daerah.
Di sisi lain, ia tidak menampik adanya dinamika dan perbedaan pandangan di internal partai. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik yang dapat merusak persatuan kader.
“Kalau ada perbedaan, itu biasa. Tapi jangan sampai menjadi alat untuk memecah belah. Kita harus kembali pada tujuan besar: membesarkan Golkar di Kabupaten Garut,” ujarnya.
Terkait isu yang menyebut deklarasi hanya dihadiri sebagian kecil pimpinan kecamatan, Gea menyebut narasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan cenderung provokatif. Ia meminta seluruh kader tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menanggapi beredarnya informasi terkait surat persetujuan pencalonan dari DPP Partai Golkar yang disebut telah ditandatangani. Menurutnya, hal tersebut merupakan momentum penting dan bentuk kepercayaan dari pimpinan pusat kepada Golkar Garut.
“Ini bukan sekadar administrasi. Ini adalah kepercayaan sekaligus instruksi dari Ketua Umum yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Gea menambahkan, pada beberapa Musda sebelumnya, surat persetujuan seperti ini tidak pernah terbit. Karena itu, ia menilai kondisi saat ini harus dimaknai sebagai peluang untuk memperkuat konsolidasi, bukan memperuncing perbedaan di internal partai.
Menutup pernyataannya, Gea Eka Sakti mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Garut agar tetap menjaga persatuan, menghindari provokasi, serta mengabaikan segala bentuk upaya yang berpotensi memecah belah organisasi.
“Soliditas adalah kunci. Kalau kita bersatu, Golkar Garut akan tetap besar dan kuat menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.
