Ruangrakyatgarut.id 15 juli 2026 – Dinamika politik di Kabupaten Garut kian memanas. Polemik pelaporan anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, ke Badan Kehormatan (BK) DPRD oleh kader muda Partai Golkar kini berkembang menjadi pertarungan terbuka antara “kader banteng” dan “kader beringin”.
Isu ini mencuat setelah sejumlah kader Golkar melayangkan laporan resmi ke BK DPRD. Langkah tersebut diduga sebagai respons atas pernyataan Yudha yang sebelumnya viral di media sosial dan dinilai pihak pelapor telah melewati batas etika kelembagaan.
Namun, pelaporan ini tidak berdiri dalam ruang hampa. Di lapangan, situasi justru berkembang menjadi duel narasi politik. Kubu “beringin” menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan upaya menjaga marwah lembaga legislatif serta menegakkan kode etik anggota dewan.
Sebaliknya, kubu “banteng” melihat pelaporan ini sebagai bentuk tekanan terhadap suara kritis. Mereka menilai apa yang disampaikan Yudha merupakan bagian dari fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah yang justru harus dilindungi dalam sistem demokrasi.
Saling sahut pernyataan dari kedua kubu pun tak terhindarkan. Media sosial menjadi arena baru yang mempercepat eskalasi, memperlebar jarak antar fraksi, sekaligus memperlihatkan retaknya komunikasi politik di internal DPRD Garut.
Pengamat politik di Garut menilai, polemik ini telah bergeser dari sekadar persoalan etik menjadi cerminan tarik-menarik kepentingan politik lokal. Momentum ini juga dinilai berkaitan erat dengan dinamika internal partai dan konstelasi kekuatan menjelang agenda-agenda politik ke depan.
Di tengah situasi tersebut, Badan Kehormatan DPRD kini berada di bawah sorotan publik. Lembaga ini dituntut mampu bersikap objektif dan independen dalam memproses laporan, agar tidak terjebak dalam pusaran konflik politik antar kubu.
Publik Garut pun berharap polemik ini tidak berlarut-larut. Konflik berkepanjangan dikhawatirkan akan mengalihkan fokus legislatif dari persoalan utama masyarakat, mulai dari pelayanan publik hingga isu kesejahteraan.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari BK DPRD terkait laporan tersebut. Namun satu hal yang pasti, pertarungan “banteng vs beringin” telah membuka babak baru dalam dinamika politik Garut yang semakin panas dan penuh tensi.
