ruangrakyatgarut.id 07 Agustus 2026 – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut, Ridzky Rizuhdin, S.H., M.Ak., menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam webinar Leaders Talk: Good Practice Kepemimpinan Strategis dan Manajemen Strategis yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi para pemimpin dan aparatur pemerintahan untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperluas perspektif mengenai kepemimpinan strategis dan manajemen organisasi dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam forum tersebut, Ridzky Rizuhdin membagikan pengalaman dan praktik baik terkait kepemimpinan strategis, pengelolaan organisasi, serta upaya membangun inovasi dalam pelayanan publik.
Menurut Ridzky, kepemimpinan di lingkungan pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin mampu membaca perubahan, menghadapi tantangan, membangun kolaborasi, dan menjadikan setiap persoalan sebagai peluang untuk melakukan perbaikan.
“Setiap ruang diskusi adalah kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas perspektif,” ujar Ridzky.
Ia mengungkapkan, menjadi bagian dari Leaders Talk LAN RI merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan berharga untuk berbagi pengalaman bersama para peserta dan narasumber lainnya.
“Senang dapat menjadi narasumber pada webinar Leaders Talk: Good Practice Kepemimpinan Strategis dan Manajemen Strategis yang diselenggarakan oleh LAN RI. Sebuah kesempatan yang berharga untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan belajar bersama tentang kepemimpinan strategis serta inovasi dalam pelayanan publik,” katanya.
Dorong Kepemimpinan Adaptif dan Berorientasi pada Pelayanan
Ridzky menekankan bahwa kepemimpinan di sektor pemerintahan harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, aparatur pemerintahan dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi, terbuka terhadap perubahan dan inovasi, serta mampu membangun kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap forum Leaders Talk tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengalaman, tetapi juga mampu melahirkan gagasan baru dan langkah konkret yang dapat diterapkan oleh masing-masing instansi.
“Harapan saya, forum ini tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi ruang untuk saling menguatkan, saling belajar, dan melahirkan inovasi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ridzky mendorong agar pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui forum tersebut dapat diteruskan kepada jajaran aparatur di lingkungan kerja masing-masing.
Dengan demikian, pembelajaran mengenai kepemimpinan strategis tidak berhenti pada individu, tetapi dapat berkembang menjadi budaya organisasi yang mampu meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan dan pengalaman yang kita dapatkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Kepemimpinan harus mampu memberikan arah yang jelas, membangun kolaborasi, dan memastikan setiap program memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Inovasi Tidak Harus Selalu Dimulai dari Hal Besar
Ridzky juga menilai bahwa inovasi dalam pemerintahan harus dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perbaikan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang konsisten, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga apa yang kami bagikan dalam forum ini dapat memberikan wawasan, inspirasi, serta manfaat bagi kita semua. Mudah-mudahan pengalaman yang dibagikan juga dapat menjadi pemicu bagi lahirnya inovasi dan praktik-praktik baik lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, kepemimpinan strategis harus mampu menghubungkan visi organisasi dengan pelaksanaan program di lapangan. Setiap kebijakan, kata dia, harus diarahkan agar memberikan manfaat nyata serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks pelayanan publik, Ridzky menilai bahwa keberhasilan sebuah organisasi pemerintahan tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan kemudahan, manfaat, dan kepuasan bagi masyarakat.
Apresiasi untuk LAN RI
Ridzky turut menyampaikan apresiasi kepada LAN RI yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi bagian dari Leaders Talk tersebut.
“Terima kasih kepada LAN RI atas kepercayaannya, serta seluruh narasumber dan peserta atas diskusi yang luar biasa. Semoga apa yang dibagikan dapat memberikan manfaat dan menginspirasi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pembelajaran, pertukaran pengalaman, dan penguatan kapasitas bagi para pemimpin maupun aparatur pemerintahan.
Menurutnya, membangun pemerintahan yang efektif membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, kemampuan berkolaborasi, keberanian berinovasi, serta komitmen kuat terhadap pelayanan publik.
Melalui keterlibatannya dalam Leaders Talk LAN RI, Ridzky Rizuhdin juga berharap semangat kepemimpinan strategis dan budaya inovasi dapat terus dikembangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Dengan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, setiap kebijakan dan program pemerintah diharapkan semakin mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Garut. (Hilman)
