Ruangrakyatgarut.id — Federasi Youth Band Indonesia (FYBI) Kabupaten Garut menggelar Pelatihan Pelatih Percussion Session sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelatih di bidang marching band dan percussion.
Mengusung tema “Bangun Irama, Satukan Langkah”, kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.15 WIB, bertempat di Gedung Pemuda Kerkof Garut.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, Ketua FYBI Kabupaten Garut Iman Saeful Hayat, pemateri sekaligus spesialis pelatih battery percussion Dodi Hardiman, serta para pegiat dan pelatih youth band dari berbagai kelompok di Kabupaten Garut.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik dasar hingga pengembangan kemampuan permainan percussion yang dapat diterapkan dalam proses latihan maupun penampilan kelompok youth band.
Sejumlah materi diberikan, di antaranya Basic Battery Percussion, Grip & Sticking Technique, serta Rudiments. Materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para pelatih untuk meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, kekompakan, serta musikalitas para pemain.
Ketua FYBI Kabupaten Garut, Iman Saeful Hayat, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen FYBI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pelatih di bidang youth band dan percussion.
“Kami ingin pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan belajar teknik percussion, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sinergi dan menyatukan langkah para pelatih. Dengan kompetensi pelatih yang semakin baik, tentunya akan berdampak terhadap peningkatan kualitas pemain dan kelompok youth band di Kabupaten Garut,” ujar Iman.
Menurut Iman, keberadaan pelatih yang memiliki pemahaman teknik sekaligus metode pembelajaran yang baik sangat penting dalam proses pembinaan generasi muda.
Pelatih, kata dia, bukan hanya dituntut mampu memainkan instrumen, tetapi juga harus mampu mentransfer pengetahuan, membangun kedisiplinan, kekompakan, serta membentuk karakter para pemain.
“Pembinaan youth band tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses, konsistensi, kedisiplinan dan pelatih yang kompeten. Karena itu, kami di FYBI Kabupaten Garut berusaha membuka ruang-ruang peningkatan kapasitas seperti ini,” tambahnya.
Iman berharap pelatihan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan sinergi antarpegiat youth band di Kabupaten Garut sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas.
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan upaya membangun ekosistem youth band melalui semangat “Sinergi Irama Garut”, sehingga pembinaan seni musik dan marching band di Kabupaten Garut dapat berkembang secara lebih solid dan berkelanjutan.
Dispora Apresiasi Pembinaan Youth Band
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Garut, Asep Mulyana, mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Pelatih Percussion Session yang digelar FYBI Kabupaten Garut.
Menurut Asep, kegiatan peningkatan kapasitas pelatih memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan generasi muda, khususnya melalui kegiatan seni musik, youth band, dan marching band.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh FYBI Kabupaten Garut ini. Pelatihan seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi para pelatih, karena kualitas pembinaan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang membinanya,” ujar Asep.
Ia menilai, youth band dan marching band tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bermusik, tetapi juga dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, kekompakan, kreativitas, dan tanggung jawab.
“Di dalam youth band ada banyak nilai positif yang bisa ditanamkan kepada generasi muda. Mereka belajar disiplin, belajar bekerja sama, menghargai peran satu sama lain, serta membangun kepercayaan diri. Ini tentunya sangat baik untuk membentuk karakter anak-anak muda kita,” katanya.
Asep berharap kegiatan pelatihan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pelatih maupun komunitas youth band di Kabupaten Garut.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pelatih yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitasnya. Pemerintah daerah melalui Dispora tentu sangat mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi dan kreativitas pemuda di Kabupaten Garut,” tuturnya.
Lebih lanjut, Asep menyampaikan bahwa pengembangan potensi pemuda membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas, pelatih, serta para pelaku seni.
Ia berharap FYBI Kabupaten Garut dapat terus menjadi wadah pembinaan yang mampu mendorong lahirnya generasi muda berprestasi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Garut melalui berbagai kompetisi youth band dan marching band.
“Kita ingin anak-anak muda Garut memiliki ruang untuk berkarya dan berprestasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, FYBI, para pelatih, komunitas, dan seluruh stakeholder harus terus diperkuat. Mudah-mudahan dari pembinaan yang dilakukan hari ini akan lahir atlet atau seniman muda yang mampu membawa nama Garut ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran secara langsung bersama pemateri. Konsep pelatihan yang memadukan pemahaman teori dan praktik diharapkan dapat memberikan pengalaman yang dapat langsung diterapkan dalam proses latihan kelompok masing-masing.
FYBI Kabupaten Garut menilai keberlanjutan program peningkatan kapasitas menjadi hal penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni musik, khususnya percussion dan marching band.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan semakin banyak pelatih yang memiliki kemampuan teknis, metodologi pembelajaran, dan wawasan yang memadai.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, youth band di Kabupaten Garut diharapkan mampu mencetak pemain-pemain muda berprestasi sekaligus membawa nama baik daerah dalam berbagai ajang youth band maupun marching band, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.
(hil)
