Ruangrakyatgarut.id — Upaya memperkuat pelestarian budaya daerah dan menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap akar tradisi lokal menjadi perhatian dalam kegiatan Dialog Budaya Jabar Vol. 7 yang digelar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “BARAK: Barudak Raksa Akar jeung Nalar Garut” tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas pentingnya menjaga identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam merawat dan mengembangkan warisan budaya Garut.
Dialog Budaya Jabar Vol. 7 menghadirkan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di bidang kebudayaan, baik dari tingkat Provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten Garut.
kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Yomanius Untung, S.Pd.; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dr. Indra Sofyan, S.T., M.Si.; serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, H. Beni Yoga Gunasantika, M.P.
Adapun narasumber dalam dialog tersebut meliputi Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aten Munajat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Aceng Malki dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta Drs. Ade Hendarsyah, M.M.
Generasi Muda sebagai Penjaga Akar Budaya
Tema “BARAK: Barudak Raksa Akar jeung Nalar Garut” mengandung pesan penting mengenai peran generasi muda dalam menjaga akar budaya sekaligus mengembangkan pola pikir yang relevan dengan tantangan zaman.
Pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan kesenian tradisional, bahasa daerah, adat istiadat, maupun berbagai warisan leluhur. Lebih dari itu, pelestarian budaya juga mencakup upaya mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi penerus agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Dalam konteks Kabupaten Garut, kekayaan budaya daerah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting agar tradisi dan nilai-nilai lokal tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Melalui forum dialog tersebut, berbagai pemikiran dan gagasan mengenai masa depan kebudayaan diharapkan dapat dipertemukan. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan komunitas seni, budayawan, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.
H. Aten Munajat: Generasi Muda Harus Mengenal Akar Budayanya
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Aten Munajat, menilai pelestarian budaya daerah merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diperkuat, terutama melalui keterlibatan generasi muda.
Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas dan jati diri masyarakat yang harus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Generasi muda, kata dia, perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap akar budayanya sendiri agar tidak kehilangan identitas di tengah arus modernisasi.
“Generasi muda harus mengenal akar budayanya sendiri. Jangan sampai kita kehilangan identitas hanya karena mengikuti perkembangan zaman. Justru kemajuan harus menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk memperkenalkan dan mengembangkan budaya daerah agar semakin dikenal luas,” demikian narasi pernyataan yang disiapkan untuk H. Aten Munajat.
Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, komunitas seni, budayawan, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu bersinergi untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam berkarya serta mengembangkan potensi kebudayaan daerah.
“Pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Semua pihak harus terlibat. Kita perlu memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan mengembangkan kebudayaan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” demikian narasi pernyataan yang disiapkan.
Melalui Dialog Budaya Jabar Vol. 7, diharapkan lahir gagasan konstruktif untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kebudayaan sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi lokal di Kabupaten Garut.
H. Aceng Malki: Budaya Harus Terus Diwariskan kepada Generasi Penerus
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Aceng Malki, menjadi salah satu narasumber yang mengangkat pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan pendidikan.
Kabupaten Garut memiliki kekayaan tradisi dan kearifan lokal yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama agar kebudayaan tidak hanya dikenal sebagai warisan leluhur, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam narasi pernyataan yang disiapkan untuk H. Aceng Malki, budaya dipandang sebagai jati diri masyarakat yang harus dijaga sekaligus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Budaya merupakan jati diri masyarakat. Kita harus menjaga akar budaya yang diwariskan oleh para leluhur, sekaligus mendorong generasi muda agar mampu memahami, merawat, dan mengembangkannya sesuai dengan perkembangan zaman,” demikian narasi pernyataan yang disiapkan.
Ia juga menilai dialog budaya dapat menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pemikiran, menyerap gagasan dari para pelaku budaya, serta membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keberlanjutan kebudayaan daerah.
Upaya pelestarian budaya, lanjut dalam narasi tersebut, perlu diwujudkan melalui langkah nyata, termasuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga kesenian, tradisi, bahasa daerah, dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi mampu melahirkan langkah nyata dalam pelestarian budaya. Generasi muda harus diberikan kesempatan dan ruang untuk terlibat aktif, sehingga kesenian, tradisi, bahasa, dan nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga,” demikian narasi pernyataan yang disiapkan.
Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRD, komunitas budaya, dan masyarakat dinilai penting agar pelestarian kebudayaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Memperkuat Kebudayaan Daerah
Kehadiran unsur pemerintah daerah, DPRD, serta pemangku kepentingan kebudayaan dalam Dialog Budaya Jabar Vol. 7 memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.
Sinergi antarpihak diperlukan agar pelestarian budaya dapat berjalan secara berkesinambungan, mulai dari pendokumentasian tradisi, pengembangan ruang ekspresi bagi pelaku seni, hingga pembukaan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal dan terlibat langsung dalam aktivitas kebudayaan.
Selain menjadi sarana bertukar gagasan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif bahwa kebudayaan merupakan aset penting daerah yang memiliki nilai sosial dan pendidikan, sekaligus berpotensi mendukung pengembangan pariwisata.
Semangat “Barudak Raksa Akar jeung Nalar Garut” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi dorongan bagi generasi muda untuk mengenali, merawat, dan mengembangkan kebudayaan daerah tanpa kehilangan jati diri.
Dengan menjaga akar budaya dan membuka ruang bagi kreativitas generasi muda, warisan leluhur diharapkan tetap hidup serta menjadi sumber kebanggaan masyarakat Garut dan Jawa Barat. (Hilman)
