Ruangrakyatgarut.id 28 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus perkembangan zaman, kebutuhan akan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter Islami dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini semakin menjadi perhatian para orang tua. Menjawab kebutuhan tersebut, Kutab Madinah yang berlokasi di Jalan Suherman, belakang Sekretariat PCNU Kabupaten Garut, terus menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten membina generasi Qur’ani bagi anak-anak usia 5 hingga 12 tahun.
Memasuki usia pengabdian yang keenam dengan mengusung semangat “Berdiri untuk Berkarya, Menebar Cahaya Al-Qur’an”, Kutab Madinah terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi yang beradab, beriman, dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.
Salah satu founder Kutab Madinah, H. Agus Hilman, S.Si., S.H., mengatakan bahwa pendidikan di Kutab Madinah tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia, penguatan keimanan, serta pembiasaan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami adalah melahirkan generasi gemilang sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki adab yang baik, keimanan yang kuat, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujar Agus Hilman.
Ia menjelaskan, selama enam tahun berkarya, Kutab Madinah telah melahirkan tiga angkatan hafidz dan hafidzah. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa melalui metode pembelajaran yang tepat serta pendampingan intensif dari guru dan orang tua, anak-anak usia 5–12 tahun mampu menghafal Al-Qur’an tanpa mengesampingkan pembentukan karakter.
Menurut Agus Hilman, salah satu keunggulan Kutab Madinah adalah penerapan konsep pesantren rumahan, yakni sistem pendidikan yang melibatkan orang tua sebagai mitra utama dalam proses pembinaan anak. Setiap materi, kebiasaan, dan nilai yang dipelajari di kuttab diarahkan untuk diterapkan kembali di lingkungan keluarga sehingga pendidikan di sekolah dan di rumah berjalan selaras.
“Anak adalah amanah Allah SWT. Karena itu, orang tua bukan sekadar pendamping, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di Kutab Madinah. Apa yang dipelajari di kuttab harus menjadi budaya yang hidup di rumah,” jelasnya.
Selain membina hafalan Al-Qur’an, para santri juga dibiasakan mengamalkan adab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati Allah SWT, meneladani Rasulullah SAW, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, hingga memiliki kepedulian terhadap sesama.
Di usia yang ke-6 ini, Agus Hilman menegaskan bahwa keberhasilan Kutab Madinah tidak terlepas dari sinergi para guru, orang tua, dan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, maupun para dermawan untuk bersama-sama mengambil peran dalam membangun generasi Qur’ani.
“Semakin banyak pihak yang ikut berkolaborasi melalui doa, dukungan, maupun kontribusi nyata lainnya, insya Allah semakin besar pula harapan kita melahirkan generasi penerus yang beriman, berilmu, beradab, dan mencintai Al-Qur’an. Mari berkolaborasi bersama Kutab Madinah untuk menebar cahaya Al-Qur’an dan membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya. (Hil)
