Ruangrakyatgarut.id 3 September 2026 — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut mendorong penguatan upaya pencegahan persoalan kesehatan mental di kalangan generasi muda melalui program “Rumah Ramah Bercerita”.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi dan konsolidasi DPD KNPI Kabupaten Garut bersama jajaran pengurus ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Kamis (3/9/2026).
Kunjungan tersebut diterima Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Iwa Kartiwa, SHM, M.H.Kes. Pertemuan membahas berbagai persoalan sosial dan kesehatan mental yang berkembang di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan generasi muda.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi sekaligus konsultasi untuk menggali informasi dan masukan terkait berbagai persoalan kesehatan mental di Kabupaten Garut.
“Alhamdulillah, pada kesempatan siang hari ini kami dari DPD KNPI bersilaturahmi bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kami melakukan konsolidasi dan konsultasi mengenai bagaimana permasalahan kesehatan mental yang selama ini terjadi, khususnya di kalangan pemuda di Kabupaten Garut,” ujar Agil.
Menurut Agil, hasil diskusi dengan pihak DPPKBPPPA memberikan sejumlah masukan mengenai indikasi persoalan kesehatan mental sekaligus langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani persoalan sosial tersebut.
Ia menegaskan, persoalan kesehatan mental tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu organisasi maupun satu instansi. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami mendapatkan respon yang sangat baik. Ternyata masih banyak sekali permasalahan kesehatan mental yang memang harus secara bersama-sama kita atasi. Tidak hanya KNPI, kami akan melakukan sinergi yang sangat luas dan berkolaborasi dengan beberapa dinas yang ada di Kabupaten Garut,” katanya.
Dorong “Rumah Ramah Bercerita”
Sebagai langkah pencegahan, KNPI Garut tengah mempersiapkan program “Rumah Ramah Bercerita”. Program tersebut dirancang sebagai ruang aman bagi masyarakat, khususnya pemuda, untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi serta mendapatkan pendampingan dan konseling dari pihak yang kompeten.
Selain itu, KNPI berencana menggelar seminar dan pelatihan bagi para konselor sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendampingan terhadap masyarakat dan generasi muda.
Agil mengatakan, program tersebut nantinya tidak hanya menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga diarahkan ke lingkungan pendidikan.
“Betul, karena persoalan lebih banyak ditemukan di sekolah. Tadi pun sudah disampaikan dari pihak dinas bahwasannya persoalan ini sudah masuk ke lingkungan sekolah. Karena itu kita harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan dinas terkait,” jelasnya.
Menurut Agil, KNPI akan lebih menitikberatkan perannya pada aspek pencegahan melalui berbagai kegiatan positif dan produktif bagi generasi muda.
Sementara untuk penanganan kasus yang membutuhkan intervensi profesional, KNPI akan berkoordinasi dengan instansi maupun pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi.
“Untuk penanggulangan, dinas terkait memiliki cara dan metode khusus. Kami sebagai KNPI akan memberikan ruang pencegahan dengan beberapa kegiatan positif yang akan kami laksanakan,” ujarnya.
Manfaatkan Fasilitas yang Sudah Ada
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, KNPI Garut juga mendorong pemanfaatan berbagai fasilitas milik pemerintah maupun organisasi kepemudaan yang sudah tersedia.
Menurut Agil, fasilitas tersebut dapat digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan kepemudaan, pelatihan hingga ruang konseling.
“Kita akan mencoba memanfaatkan gedung-gedung yang sudah ada agar bisa dilaksanakan sebagai sarana pelatihan ataupun sarana konseling. KNPI pun punya gedung pemuda, ada gedung-gedung lainnya yang mungkin bisa dimanfaatkan sebagai sarana kegiatan yang akan kami laksanakan ke depannya,” katanya.
KNPI juga berencana menggandeng komunitas, pengelola fasilitas olahraga serta berbagai elemen kepemudaan lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan kreativitas melalui kegiatan yang positif dan produktif.
Apresiasi Langkah DPPKBPPPA
Agil turut mengapresiasi berbagai langkah sosialisasi dan pencegahan yang selama ini dilakukan DPPKBPPPA Kabupaten Garut.
“Kami sangat mengapresiasi. Sejauh ini dinas sudah banyak sekali melaksanakan kegiatan sosialisasi dan langkah-langkah pencegahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, KNPI Garut akan terus melakukan pemantauan sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, tokoh agama, organisasi olahraga dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Garut, baik itu agama, pendidikan, olahraga dan sebagainya, untuk sama-sama menangani persoalan sosial dan kesehatan mental yang terjadi,” katanya.
Agil menilai persoalan kesehatan mental dan berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun organisasi kepemudaan.
Menurutnya, persoalan tersebut menyangkut masa depan generasi penerus sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama.
“Ini bukan hanya persoalan kita bersama, tetapi berbicara tentang generasi penerus bangsa. Karena itu, persoalan ini harus kita tangani secara bersama-sama,” pungkas Agil. (Hil)
