Ruangrakyatgarut.id 26 Agustus 2026 — Pengurus Daerah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PD SEMMI) Kabupaten Garut menyampaikan sikap kritis terhadap pernyataan Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PP SEMMI) dalam konferensi pers di Jakarta pada 25 Agustus 2026 terkait dinamika rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Dalam pernyataannya, PP SEMMI menyampaikan penolakan terhadap rencana aksi AMPB di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 apabila aksi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan provokasi, kerusuhan, gangguan ketertiban umum maupun perpecahan. PP SEMMI juga menyerukan agar demokrasi tetap dijalankan secara damai, santun dan konstitusional.
PD SEMMI Kabupaten Garut menyatakan menghormati hak setiap elemen organisasi dalam menyampaikan pandangan terhadap persoalan kebangsaan. Namun, PD SEMMI menilai perlu adanya evaluasi terhadap prioritas dan arah keterlibatan PP SEMMI dalam merespons dinamika politik tersebut.
PD SEMMI Garut berpandangan bahwa AMPB merupakan bagian dari dinamika sosial dan politik masyarakat yang memiliki ruang perjuangan serta kepentingannya sendiri. Menurut mereka, SEMMI memang memiliki hak untuk menyampaikan pandangan terhadap persoalan nasional, tetapi keterlibatan tersebut harus dilakukan secara proporsional agar tidak menggeser fokus utama organisasi.
Soroti Amanah Kongres Nasional VII
PD SEMMI Kabupaten Garut mengingatkan bahwa kepengurusan PP SEMMI saat ini memperoleh mandat dari Kongres Nasional VII SEMMI. Kongres disebut bukan sekadar forum seremonial, melainkan forum tertinggi organisasi yang melahirkan keputusan, arah perjuangan, program serta mandat yang harus dijalankan oleh kepengurusan.
Memasuki hampir setengah periode kepengurusan, PD SEMMI Garut menilai sudah semestinya dilakukan evaluasi secara serius dan objektif terhadap pelaksanaan amanah Kongres Nasional VII.
Beberapa hal yang menjadi sorotan di antaranya konsolidasi organisasi, perkembangan kaderisasi, pembinaan terhadap kader dan struktur di berbagai daerah, hingga program konkret yang dapat dirasakan oleh kader maupun masyarakat.
PD SEMMI Garut menilai jangan sampai organisasi lebih sibuk memberikan respons terhadap agenda politik pihak lain, sementara pekerjaan rumah yang menjadi mandat langsung Kongres belum dituntaskan secara optimal.
Tekankan Independensi Organisasi
Selain persoalan prioritas organisasi, PD SEMMI Kabupaten Garut juga menegaskan pentingnya menjaga independensi SEMMI dalam menentukan sikap politik dan gerak organisasi.
SEMMI dinilai harus tetap kritis terhadap pemerintah ketika kebijakan yang diambil tidak berpihak kepada rakyat. Di sisi lain, organisasi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan keberpihakan, pendampingan dan perjuangan.
Namun, setiap sikap organisasi, menurut PD SEMMI Garut, harus lahir melalui kajian objektif, pertimbangan rasional, mekanisme organisasi serta keberpihakan yang nyata terhadap kepentingan rakyat.
PD SEMMI Garut juga menegaskan bahwa SEMMI harus menjadi subjek perjuangan, bukan objek kepentingan. Organisasi dinilai harus mampu menentukan sendiri kapan bersuara, kepada siapa kritik diarahkan, dan atas dasar kepentingan siapa sebuah sikap organisasi diambil.
“SEMMI bukan alat kekuasaan. SEMMI bukan kendaraan kepentingan kelompok tertentu. SEMMI bukan organisasi yang boleh kehilangan independensinya demi mengikuti arus politik sesaat,” demikian penegasan yang tercantum dalam press release tersebut.
Desak PP SEMMI Kembali pada Prioritas Organisasi
Atas dasar tersebut, PD SEMMI Kabupaten Garut mendesak PP SEMMI untuk kembali memusatkan perhatian terhadap agenda-agenda strategis organisasi.
Sedikitnya terdapat tujuh poin yang didorong PD SEMMI Garut, yakni menuntaskan amanah Kongres Nasional VII SEMMI, memperkuat konsolidasi struktur organisasi, memprioritaskan kaderisasi, memperkuat pembinaan terhadap struktur Korwil dan daerah, menyelesaikan persoalan internal organisasi, menghadirkan program nyata bagi kader dan masyarakat, serta menjaga independensi dalam setiap sikap politik.
PD SEMMI Garut menilai keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya konferensi pers maupun pernyataan politik. Menurut mereka, ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah seberapa kuat organisasi dikonsolidasikan, seberapa baik kader dibina dan dilahirkan, seberapa luas struktur diperkuat, serta seberapa nyata keberadaan SEMMI dirasakan masyarakat.
Kritik Disebut sebagai Bentuk Tanggung Jawab
PD SEMMI Kabupaten Garut menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bentuk permusuhan terhadap PP SEMMI. Kritik tersebut disebut sebagai bagian dari dinamika organisasi sekaligus bentuk tanggung jawab kader dalam menjaga marwah, arah dan masa depan SEMMI.
PD SEMMI Garut berharap SEMMI terus tumbuh sebagai organisasi mahasiswa Islam yang memiliki kekuatan intelektual, militansi perjuangan, kemandirian politik serta keberpihakan nyata kepada rakyat.
Di bagian akhir, PD SEMMI Kabupaten Garut menyerukan kepada PP SEMMI agar menuntaskan amanah Kongres Nasional VII, memperkuat kaderisasi dan konsolidasi organisasi, hadir dan berjuang bersama rakyat, menjaga independensi SEMMI, serta tidak membiarkan organisasi terlalu jauh terseret ke dalam panggung politik pihak lain.
Press release tersebut ditutup dengan penegasan bahwa SEMMI merupakan rumah perjuangan kader untuk rakyat dan bangsa, dengan semangat menjaga marwah organisasi, menuntaskan amanah kongres, memperkuat kaderisasi dan meneguhkan SEMMI sebagai kekuatan independen yang berpihak kepada rakyat.
PD SEMMI Kabupaten Garut
“Menjaga Marwah Organisasi, Menuntaskan Amanah Kongres, Memperkuat Kaderisasi, dan Meneguhkan SEMMI sebagai Kekuatan Independen yang Berpihak kepada Rakyat.”
