Ruangrakyatgarut.id 26 Agustus 2026 – Rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Garut mengalami perubahan jadwal dari ketetapan awal yang sebelumnya direncanakan pada 27 Agustus 2026.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Musda, Deden Sopian, setelah hasil rapat pleno internal diajukan ke DPD Golkar Jawa Barat dan hingga kini masih menunggu arahan resmi lebih lanjut.
Menurut Deden Sopian saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh ruangrakyatgarut.id, penundaan ini bukan tanpa alasan, melainkan berkaitan dengan penyesuaian jadwal di tingkat provinsi yang juga harus mengakomodasi agenda Musda dari kabupaten lain.
Ia menjelaskan, adanya benturan jadwal dengan daerah lain yang lebih dahulu mengajukan pelaksanaan Musda menjadi salah satu faktor utama perubahan waktu pelaksanaan di Kabupaten Garut.
“Informasi yang kami terima, jadwal diundur karena ada daerah lain yang waktunya bersamaan dan lebih dulu mengajukan,” ujarnya.
Meski mengalami penundaan, Deden menegaskan bahwa panitia penyelenggara tetap bekerja aktif menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan Musda.
Berbagai persiapan teknis seperti administrasi, perangkat sidang, hingga kesiapan lokasi kegiatan terus dimatangkan oleh panitia sebagai langkah antisipasi.
Hal tersebut dilakukan agar ketika jadwal resmi ditetapkan oleh DPD Golkar Jawa Barat, pelaksanaan Musda dapat langsung berjalan tanpa kendala teknis di lapangan.
Deden juga memastikan bahwa kondisi internal Partai Golkar di Kabupaten Garut hingga saat ini tetap dalam keadaan kondusif meskipun terjadi dinamika menjelang pelaksanaan Musda.
Ia menambahkan bahwa perbedaan pilihan di antara kader tidak mengganggu soliditas organisasi, melainkan tetap dijaga dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.
“Alhamdulillah, kondisi tetap kondusif. Semua pihak lebih mengedepankan kebersamaan dan menjaga kesolidan antar kader,” tutup Deden.
Penundaan ini diharapkan tidak mengganggu proses konsolidasi internal Partai Golkar, melainkan menjadi momentum untuk memastikan pelaksanaan Musda berjalan lebih tertib, matang, dan sesuai mekanisme organisasi.
