Ruangrakyatgarut.id 30 Juli 2026 – Keluarga besar Himpunan Pencak Silat Indonesia Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Pusat (HPSI GPMPP) akan menggelar Haul Akbar KH. Adji Djaenudin bin H. Usman, pendiri organisasi tersebut, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan almarhum sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarsesama anggota HPSI GPMPP dari berbagai daerah.
Haul Akbar dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB di makam KH. Adji Djaenudin bin H. Usman, yang berlokasi di Kampung Gegerpasang, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua HPSI GPMPP Kabupaten Garut mengajak seluruh keluarga besar HPSI GPMPP Pusat, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga para sesepuh, untuk hadir bersama dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada sosok pendiri yang telah meletakkan dasar perjuangan organisasi.
“Melalui kegiatan haul ini, kami mengajak seluruh keluarga besar untuk bersama-sama hadir, mempererat silaturahmi, serta mengenang jasa-jasa beliau,” ujarnya.
Kegiatan ini akan dipimpin langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPSI GPMPP. Sejumlah pengurus pusat dijadwalkan hadir, di antaranya Ketua Umum Abah Ujer, Sekretaris Umum Eep Hanafiah, serta Bendahara Umum Nasep Anuronil Arif.
Tidak hanya menjadi agenda doa bersama, Haul Akbar juga diharapkan mampu memperkokoh nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, serta semangat menjaga dan melestarikan warisan budaya pencak silat yang telah diwariskan oleh para pendahulu kepada generasi penerus.
Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, serta dihadiri oleh seluruh elemen keluarga besar HPSI GPMPP dari berbagai wilayah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi wasilah silaturahmi dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutup panitia.
Melalui penyelenggaraan Haul Akbar ini, HPSI Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Pusat juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi organisasi, menghormati jasa para pendiri, serta memperkuat eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat.
