Ruangrakyatgarut.id 09 juli 2026 – WBI Wanita Binangkit Indonesia menandai Milad ke-1 di Hotel Mercure Garut dengan satu pesan tegas: perempuan bukan pelengkap, melainkan kekuatan utama penggerak perubahan.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa peran perempuan di Garut semakin nyata dan strategis, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam ruang sosial, ekonomi, dan organisasi.
Mengusung filosofi janur, WBI menegaskan identitas perempuan yang lentur dalam langkah, namun kokoh dalam persatuan. Kelembutan diposisikan sebagai kekuatan, sementara keteguhan menjadi arah dalam setiap gerakan.
Seperti janur muda yang mudah dibentuk namun tidak mudah patah, perempuan WBI hadir sebagai figur adaptif sekaligus tangguh, mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri.
Ketua WBI, Hj. Tuti Susilawati, menegaskan bahwa organisasi ini dibangun di atas fondasi kebersamaan yang kuat dan tidak bisa ditawar. Soliditas internal menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan gerakan.
Ia juga menekankan bahwa WBI bukan sekadar simbol atau wadah formalitas, melainkan organisasi yang bekerja nyata dan berorientasi pada dampak di tengah masyarakat.
Anyaman janur menjadi simbol persatuan yang konkret—bahwa kekuatan lahir dari kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas antaranggota yang terus dijaga.
Janur juga melambangkan harapan dan masa depan. WBI menempatkan perempuan sebagai aktor utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dukungan terhadap WBI terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis perempuan, organisasi perempuan, anggota DPRD Garut, hingga pelaku usaha. Karangan bunga yang memenuhi halaman hotel menjadi simbol kuat dukungan tersebut.
Milad ke-1 ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah gerakan. Dari Garut, WBI mengirim pesan jelas: perempuan harus tampil di depan, bersatu, dan mengambil peran strategis dalam menentukan masa depan.
