Ruangrakyatgarut.id 08 juli 2026 – Prinsip Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PD2LT) merupakan fondasi utama dalam sistem kaderisasi Partai Golkar. Kelima unsur tersebut menjadi standar normatif dalam menilai kualitas kader, baik dalam proses kaderisasi, promosi jabatan, maupun pembentukan kepemimpinan di lingkungan partai.
Hal tersebut disampaikan Andre Lesmana, S.Pt., Bendahara Satkar Ulama, yang menjelaskan bahwa PD2LT bukan sekadar slogan organisasi, melainkan memiliki dasar yang jelas dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai Golkar.
Menurut Andre, Partai Golkar menerapkan sistem kaderisasi yang menempatkan kompetensi, pengabdian, disiplin, loyalitas, serta integritas sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
“PD2LT menjadi ukuran utama dalam membentuk kader yang memiliki kapasitas, komitmen, dan integritas sehingga mampu menjadi pemimpin yang dipercaya oleh organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prinsip tersebut diatur dalam Pasal 6 ayat (2) huruf c Anggaran Dasar Partai Golkar, yang menyebutkan bahwa kader partai disaring berdasarkan kriteria Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PD2LT).
Lima Pilar Penilaian Kader
Andre menguraikan bahwa setiap unsur dalam PD2LT memiliki makna strategis.
Prestasi menunjukkan kemampuan kader menghasilkan karya nyata, menyelesaikan persoalan organisasi, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan partai.
Dedikasi mencerminkan pengabdian penuh melalui kesediaan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan kemampuan demi kepentingan organisasi.
Disiplin diwujudkan melalui kepatuhan terhadap AD/ART, peraturan organisasi, keputusan musyawarah, serta etika organisasi sebagai bagian dari tata kelola yang baik.
Loyalitas berarti kesetiaan terhadap ideologi, visi, misi, dan keputusan organisasi, namun tetap berada dalam koridor hukum, etika, serta mekanisme organisasi.
Sementara itu, unsur Tidak Tercela menjadi indikator integritas moral seorang kader.
Makna “Tidak Tercela”
Andre menjelaskan bahwa meskipun AD/ART Partai Golkar tidak merinci definisi “Tidak Tercela”, maknanya dapat dipahami sebagai keadaan seorang kader yang memiliki reputasi baik, menjaga kehormatan diri, serta tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum, etika, maupun nilai-nilai organisasi.
“Integritas bukan hanya berarti tidak pernah dihukum secara pidana, tetapi juga mencerminkan kesesuaian antara ucapan, tindakan, dan nilai-nilai yang dianut organisasi,” katanya.
Menurutnya, indikator seorang kader yang memenuhi unsur “Tidak Tercela” antara lain mematuhi hukum, tidak terlibat tindak pidana seperti korupsi atau penyalahgunaan wewenang, menaati AD/ART dan kode etik partai, menjaga nama baik organisasi, bersikap jujur, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dasar Promosi Jabatan
Andre menambahkan, PD2LT tidak hanya digunakan dalam proses kaderisasi, tetapi juga menjadi dasar dalam promosi jabatan dan pengangkatan pengurus partai.
Dalam ketentuan organisasi, promosi dilakukan melalui proses seleksi yang mempertimbangkan rekam jejak kader berdasarkan prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, dan integritas. Sistem tersebut mencerminkan penerapan merit system, yaitu penempatan kader berdasarkan kualitas, kompetensi, dan rekam jejak, bukan semata-mata kedekatan personal.
Selain itu, calon pengurus Partai Golkar juga diwajibkan memenuhi persyaratan PD2LT, memiliki kapabilitas dan akseptabilitas, lulus pendidikan kader, serta bersedia bekerja secara kolektif.
Integritas Menjadi Kunci Kepercayaan Publik
Dalam perspektif ilmu organisasi, Andre menilai PD2LT sejalan dengan konsep meritokrasi, good governance, organizational commitment, dan ethical leadership yang menempatkan integritas sebagai fondasi kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa unsur “Tidak Tercela” memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar tidak pernah menjalani proses hukum. Seorang kader juga dituntut menjaga etika, persatuan organisasi, serta kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan publik terhadap partai tidak hanya dibangun melalui prestasi, tetapi juga melalui kualitas moral, etika, dan integritas para kadernya. Karena itu, prinsip PD2LT menjadi fondasi penting dalam melahirkan pemimpin Partai Golkar yang berkarakter, profesional, dan bertanggung jawab,” pungkas Andre Lesmana.
